Home / Berita / Internasional / Asia / Setelah Saling Serang, Hamas-Israel Tegaskan Komitmen Gencatan Senjata

Setelah Saling Serang, Hamas-Israel Tegaskan Komitmen Gencatan Senjata

Asap membumbung akibat serangan Israel di Gaza. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Jalur Gaza. Hamas dan Zionis Israel menegaskan komitemen gencatan senjata di antara keduanya. Ini untuk menghindari kondisi buruk di Jalur Gaza seperti yang terjadi pada tahun 2014 silam.

Hamas mengatakan, faksi-faksi perlawanan di Gaza telah menyetujui kesepakatan dengan Israel. Sebelumnya, Israel melancarkan serangan di beberapa titik yang menjadi basis Hamas dan Jihad Islam.

Sejauh ini belum ada komentar dari pihak penjajah Israel. Namun wakil kepala Hamas di Gaza, Khalil al-Hayya, menyatakan pihaknya berkomitmen pada gencatan senjata selama Israel juga demikian.

“Sejumlah mediator melakukan intervensi dalam beberapa jam terakhir. Kesepakatan telah diterima untuk kembali pada gencatan senjata di Gaza,” kata Hayya, dikutip dari Aljazeera, Rabu (30/05).

Beberapa jam sebelumnya, akun Twitter Hamas juga mengumumkan hal yang sama. Dikatakan, Hamas sepakat untuk kembali kepada pemahaman tentang gencatan senjata di Jalur Gaza, selama penjajahan Israel juga demikian.

Koresponden Aljazeera di Gaza, Bernard Smith melaporkan, pejabat keamanan Mesir membantu menengahi kesepakatan tersebut. Ini setelah Israel mengultimatum akan memberi balasan yang lebih keras.

“Gencatan senjata terjadi setelah Israel mengirim pesan kepada Mesir bahwa jika faksi Palestina tidak berhenti, maka Israel akan bereaksi dengan cara yang lebih kuat, dan menargetkan pemimpin faksi-faksi tersebut.”

Menteri Intelijen Israel Yisrael Katz enggan mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima gencatan senjata itu. Namun ia menyebut tidak tertarik pada eskalasi perang.

“Itu semua tergantung Hamas,” kata Katz kepada Radio Israel. “Jika mereka melanjutkan (serangan), aku tidak tahu bagaimana nasib mereka nanti.”

Militer Israel mengklaim menyerang 60 titik yang menjadi basis faksi perlawanan Palestina. Menurut mereka, tindakan itu diambil sebagai balasan atas peluncuran sejumlah rudal dari Gaza ke arah selatan Israel. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Penangkapan Dai dan Masyayikh di Saudi Berlanjut

Organization