Home / Berita / Internasional / Asia / Qatar Larang Produk dari Empat Negara Pemboikot

Qatar Larang Produk dari Empat Negara Pemboikot

Ilustrasi. (aa.com.tr)
dakwatuna.com – Doha. Kementerian Ekonomi dan Perdagangan Qatar meminta seluruh gerai ritel untuk menghapus semua produk dari Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir. Hal ini berdasarkan surat edaran yang berjudul “Menghapus barang-barang dari negara pemboikot.”

Para pengusaha dan pedagang tampak memuji keputusan yang bertepatan dengan satu tahun pemboikotan ini. Mereka menegaskan, pasar Qatar tidak memerlukan pasokan barang dari empat negara tersebut.

Sejak diberlakukan boikot 05 Juni 2017 lalu, Qatar berusaha mengurangi dampak dengan melakukan berbagai manuver. Di antaranya dengan memperkuat produksi nasional dan membuka kran impor dengan negara baru.

Keputusan Qatar ini dianggap sebagian pihak sebagai pukulan telak bagi negara-negara yang tidak menghormati perjanjian dan kesepakatan bersama.

Sementara itu, kantor perhubungan Qatar dalam rilis resminya juga memuji keputusan ini. Disebutkannya, pemboikotan darat, laut dan udara yang diberlakukan secara otomatis mempengaruhi produk yang berlalu-lalang di Qatar.

Dilansir Aljazeera, Senin (28/05), pujian juga datang dari Kamar Dagang dan Industri Qatar (QCCI). Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Syaikh Khalifah bin Jasim Al Tsani selaku Ketua QCCI.

Menurut Syaikh Jasim, keputusan tersebut sejalan dengan keinginan QCCI. Ia juga menyebut obsesi para pemboikot Qatar menemui kegagalan dalam melemahkan kedaulatan negara.

Sebelumnya, pada Oktober 2017 lalu QCCI meluncurkan kampanye dengan tema ‘Qatar di Atas Pemboikotan’. Di dalamnya, sejumlah pengusaha mendesak agar membalas perlakuan empat negara dengan melarang masuk barang-barang produksi mereka.

Syaikh Jasim menambahkan, pemboikotan justru meledakkan potensi rakyat dan penduduk Qatar. Ia juga menyeru agar penguatan produksi nasional terus dilanjutkan. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Benarkah Erdogan Minta Bantuan Ekonomi ke Merkel? Ini Jawaban Menteri Jerman