Home / Berita / Internasional / Asia / Kemampuan Reformasi Muhammad bin Salman Diragukan

Kemampuan Reformasi Muhammad bin Salman Diragukan

Putra Mahkota Arab Saudi. (aa.com.tr/ar)
dakwatuna.com – New York. Surat kabar New York Times, menyeru pemerintah Arab Saudi untuk segera membebaskan aktivis perempuan yang ditangkap dalam dua pekan terakhir.

Selain itu, surat kabar juga meragukan kemampuan Putra Mahkota Saudi dalam menjalankan reformasi.

Pangeran Muhammad bin Salman disebut tidak bisa menerima kritikan pemuka agama soal izin mengemudi bagi wanita. Menurut NYT, hal itu semakin menyulitkan bagi Bin Salman untuk memenuhi janjinya yang lain.

NYT melanjutkan, Bin Salman sering mengancam agenda reformasinya sendiri. Padahal selama ini ia selalu berusaha menampilkan citra baru negaranya.

Penangkapan yang dilakukan tahun lalu juga menjadi sorotan. Seperti diketahui, sejumlah pengeran, pebisnis dan dai moderat ditangkap dan dijebloskan ke penjara.

Lebih lanjut, penangkapan terhadap aktivis perempuan menunjukkan situasi politik Saudi yang sebenarnya. Putra Mahkota berharap menampilkan citra Saudi yang menghormati hak-hak wanita dalam pencabutan larangan mengemudi. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Penangkapan Dai dan Masyayikh di Saudi Berlanjut

Organization