Home / Berita / Internasional / Amerika / Kecelakaan Pesawat di Kuba, 110 Orang Tewas

Kecelakaan Pesawat di Kuba, 110 Orang Tewas

Kecelakaan ini yang terbesar setelah 2010 dan terburuk setellah 1989. (aljazeera)
dakwatuna.com – Havana. Setidaknya 110 orang tewas dalam kecelakaan pesawat di Kuba, Sabtu (19/05). Kementerian Transportasi Kuba menyebut hal ini sebagai bencana kecelakaan terburuk dalam beberapa dekade.

Pesawat Boeing 737-201, yang melayani penerbangan domestik ke wilayah Holgiun, jatuh setelah lepas landas di Bandara Internasional Havana Jose Marti.

Adel Yzquierdo, Menteri Transportasi Kuba mengatakan, hanya tiga orang yang selamat dalam kecelakaan tersebut. Namun ketiganya mengalami luka serius dan sedang dirawat di sebuah rumah sakit di Havana.

Yzquierdo menambahkan, para korban menumpang pesawat dengan nomor penerbangan 972 yang dioperasikan oleh penerbangan Kuba, Cubana de Aviacion.

Para penumpang adalah 102 warga Kuba, tiga orang turis, dua warga asing, dan enam awak yang berasal dari Meksiko.

Pemerintah Kuba telah mengumumkan hari berkabung nasional selama dua hari, dimulai Sabtu hari ini, seperti dikutip Aljazeera.

Kabarnya, pesawat nahas berusia 39 tahun itu disewakan oleh perusaan Meksiko, Globar Air kepada Cubana de Aviacion.

Pesawat terbang dari Havana menuju Holgiun. (Aljazeera)
Anggota Dewan Gereja Kuba, Maite Quesada mengumumkan, 20 pastor dari gereja evangelis tewas dalam kecelakaan tersebut. Sementara Kemenlu Argentina menyebut dua warganya termasuk ke dala daftar penumpang yang tewas.

Tiga orang yang dikabarkan selamat adalah warga negara Kuba.

Yzquierdo melanjutkan, satu dari dua kota hitam pesawat ditemukan dalam kondisi baik. Saat ini kotak hitam itu tengah diselidiki, dan diharapkan ada informasi tambahan dalam beberapa jam mendatang.

Kecelakaan ini merupakan kecelakaan udara terbesar ketiga di Kuba sejak 2010. Selain juga terburuk sejak 1989 lalu yang menewaskan 150 orang.

Pada saat kecelakaan, cuaca di Kuba dikabarkan kurang baik. Televisi pemerintah Kuba menyebutkan, pesawat berbelok tajam ke kanan setelah lepas landas.

“Satu-satunya yang kami dengar yaitu ledakan dan lampu padam di bandara. Saat melihat ke luar, kami melihat asap hitam membumbung. Mereka mengatakan bahwa pesawat telah jatuh,” kata seorang turis Argentina, Brian Horanbuena di bandara.

Sesaat setelahnya, lima kru pemadam dan ambulan segera dikerahkan ke lokasi. Pesawat tampak hancur total setelah jatuh dan terbakar. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Kekuatan Diplomatik Turki Selamatkan 4 Juta Orang di Idlib, Suriah