Home / Berita / Internasional / Asia / Pertemuan Luar Biasa OKI di Istanbul Bahas Situasi Palestina, Berikut yang Hadir

Pertemuan Luar Biasa OKI di Istanbul Bahas Situasi Palestina, Berikut yang Hadir

Pertemuan OKI Desember 2017 lalu. (Aljazeera)

dakwatuna.com – Istanbul. Pertemuan Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) akan digelar di Istanbul Turki, Jumat (18/05). Pertemuan tersebut merupakan seruan dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang juga Ketua OKI saat ini.

Pertemuan dimaksudkan untuk merilis sikap bersama terkait pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) dari Tel Aviv ke Al-Quds (Yerusalem). Seperti diketahui, Kedubes AS telah dibuka secara resmi pada Senin (14/05) lalu bersamaan dengan gugurnya 60 lebih warga Gaza oleh peluru Zionis.

Selain itu, pertemuan juga dimaksudkan untuk menentukan langkah bersama menghadapi penjajah Israel yang terus melakukan pembantaian terhadap warga Palestina.

Diharapkan, pertemuan ini akan dihadiri 13 kepala negara. Selain juga sejumlah wakil presiden, perdana menteri, menteri luar negeri dan diplomat tingkat tinggi masing-masing negara anggota.

Di antara peserta yang hadir ada Emir Qatar Syaikh Tamim bin Hamad Al Tsani, Emir Kuwait Syaikh Sabah al-Ahmad al- Jabir al-Sabah, Raja Yordania Abdullah II, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Presiden Iran Hassan Rouhani, Presiden Sudan Omar al-Bashir, Perdana Menteri Palestina Rami Hamdalah, Wakil Presiden Indonesia Muhammad Jusuf Kalla.

Selain itu juga ada Presiden Guinea-Bissau José Mário Vaz, Presiden Guinea Alpha Condé, Presiden Siprus Utara Mustafa Akıncı, Perdana Menteri Pakistan Shahid Khaqan Abbasi, serta Perdana Menteri Kirgizstan Muhammetkaliy Abulgaziyev.

Dinanti

Umat Islam di seluruh dunia sangat menantikan pertemuan ini. Mereka menanti sikap tegas terkait keislaman Al-Quds, dan tak dipisahkan dari Palestina.

Selain itu, OKI dengan 53 anggota diharapkan mampu menyikapi secara bersama terkait pembantaian Israel di Gaza baru-baru ini.

Menurut laporan Israel telah menyebabkan 62 pejuang gugur dan 3188 lainnya terluka. Hal itu dilakukan dengan menembakkan peluru tajam, gas air mata dan bom api ke arah peserta aksi damai di perbatasan Gaza. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan: Saya Kenal Pembunuh Jamal Khashoggi

Organization