Home / Berita / Internasional / Asia / Erdogan: Sejarah Tak Akan Ampuni Penindasan Terhadap Rakyat Palestina

Erdogan: Sejarah Tak Akan Ampuni Penindasan Terhadap Rakyat Palestina

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Aljazeera)

dakwatuna.com – London. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan merespon rencana peresmian Kedubes AS di Al-Quds. Dikutip dari Aljazeera, Senin (14/05), hal itu ia sampaikan dalam sebuah acara di London, Inggris.

Dalam kesempatan tersebut, Erdogan kembali mengecam pemindahan dan peresmian Kedubes AS di Al-Quds. Menurutnya, hal itu melanggar resolusi-resolusi PBB. Selain itu, Erdogan juga menyebut Washington mengiming-imingi uang kepada negara yang mendukung keputusannya.

“Mereka memindah kedutaan sesuka hati, sementara ada 128 negara di PBB yang tegas menyebut Al-Quds adalah ibu kota Palestina. Ini juga sikap kami sebagai dunia Islam,” kata Erdogan.

Lebih lanjut, Erdogan juga menyebut pemindahan kedutaan ke Al-Quds menjadi kerugian bagi Palestina. Padahal, menurutnya, selama ini Palestina sangat tulus menginginkan perdamaian.

“Washington merusak kredibilitasnya sendiri di mata dunia internasional. Ia juga merugikan perannya sebagai sponsor perdamaian untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel melalui langkah yang bertentangan dengan perasaan kemanusiaan yang benar dan adil,” imbuhnya.

Erdogan menjelaskan, sikap AS semakin terang dalam melanggar prinsip-prinsip dasar hukum internasional, menentang keinginan masyarakat internasional serta meghantam fakta sejarah dan sosial.

“Sejarah dan hati nurani manusia tidak akan memaafkan penindasan yang dilakukan kepada saudara kami di Palestina. Jalan satu-satunya untuk mengakhirinya adalah dengan pendirian negara Palestina berdaulat berdasarkan batas-batas tahun 1967 dengan Al-Quds timur sebagai ibu kota,” tegas Erdogan (whc/dakwatuna)

Baca juga:

Pemindahan Kedubes AS; Mobilisasi Israel dan Kemarahan Palestina

Sebut Zionisme Proyek Penjajahan, Rabbi Yahudi Ini Tegaskan Yerusalem Ibu Kota Palestina

Warga Palestina Bersiap Peringati 70 Tahun Nakbah

Jelang Peresmian Kedubes AS di Al-Quds, Zionis Israel Perketat Keamanan

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Penangkapan Dai dan Masyayikh di Saudi Berlanjut

Organization