Home / Berita / Internasional / Asia / Kedubes AS di Al-Quds; Janji Trump dan Gaduhnya Bangsa Arab

Kedubes AS di Al-Quds; Janji Trump dan Gaduhnya Bangsa Arab

AS akan meresmikan kedubes di Al-Quds. (Aljazeera)

dakwatuna.com – Al-Quds. “Presiden Trump berjanji mengakui Yerusalem (Al-Quds) sebagai ibu kota Israel, dan ia memenuhinya. Juga berjanji memindahkan Kedubes AS ke Yerusalem, dan ia memenuhinya.”

Kalimat itu yang ditulis Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu melalui akun twitternya kemarin, Ahad (13/05). Sementara peresmian Kedubes AS akan segera berlangsung, Bangsa Arab justru gaduh dengan pernyataan-pernyataan tanpa aksi.

Keputusan Presiden AS Donald Trump yang diumumkan akhir tahun lalu, menjadi semacam hadiah bagi 70 tahun pembentukannya. Sedangkan di sisi lain, gelombang modernisasi di Arab terus berlangsung dan semakin mendekatkan dengan Israel.

Memang pasca keputusan Trump, Arab dan Palestina seketika bereaksi. Mereka lantang menolak dan memperingatkan konsekuensinya.

Namun beberapa media Barat justru mengungkap fakta yang berbeda. Seperti disebut Aljazeera, media-media Barat mengungkap adanya kesepahaman antara negara-negara utama di Arab dengan Amerika terkait pemindahan kedutaan, satu paket dengan solusi yang dikenal dengan ‘Deal of the Century’.

Lebih dari itu, suara yang mereka teriakkan ternyata tidak sejalan dengan fakta di lapangan. Ini dapat dilihat dari pernyataan Netanyahu beberapa bulan lalu. Seakan memberi kabar gembira, ia mengatakan, “Ada babak baru hubungan antara dunia Arab dan Israel.”

Keputusan Trump memang mengundang reaksi tak biasa dari dunia Arab dan internasional. Mereka semua bereaksi keras dengan membawa persoalan itu ke PBB. Meski diveto AS di DK PBB, mereka tak menyerah dan kemudian berhasil menang di Majelis Umum PBB.

Namun pada kenyataannya, reaksi itu tidak mengubah sedikitpun sikap Washington. Bahkan Washington seakan tidak menggubris seruan-seruan yang keluar dari berbagai konferensi seperti KTT OKI di Istanbul, atau KTT Liga Arab yang oleh Raja Salman disebut sebagai KTT Al-Quds sekalipun.

Reaksi juga ditunjukkan oleh Otoritas Palestina. Otoritas dan PLO gencar melontarkan penolakan dan kecaman. Mereka memutuskan kerja sama dengan Amerika Serikat dalam proses perdamaian. Bahkan mereka juga menghentikan segala bentuk koordinasi dengan zionis Israel.

Tapi Otoritas Palestina sama sekali tidak membahas soal penarikan pengakuan terhadap Israel. Sementara penghentian kerja sama dengan AS terus ditekan oleh beberapa negara Arab agar dipulihkan kembali di masa mendatang.

Terlepas dari konferensi-konferensi tentang Al-Quds, ada satu hal yang menarik. Ini berkenaan dengan pernyataan-pernyataan yang terlontar, dan mengindikasikan kuatnya upaya normalisasi Arab dengan Israel.

Di antaranya adalah pernyataan Putra Mahkota Saudi Pangeran Muhammad bin Salman Al Saud, yang disiarkan oleh Channel Ten Israel. Disebutkan, pernyataan ini diungkapkan saat Bin Salman bertemu dengan pemuka Yahudi saat kunjungan ke Amerika pada Maret lalu.

Bin Salman mengatakan, “Lebih dari 40 tahun dan pemimpin Palestina membuang-buang peluang. Mereka menolak semua inisiatif yang ditawarkan. Tiba saatnya bagi mereka untuk menerima inisiatif dan kembali ke meja perundingan. Jika tidak, sebaiknya mereka diam dan berhenti mengeluh.”

Dalam kesempatan lain, Bin Salman menuturkan, “Masalah Palestina bukan prioritas utama Saudi. Ada masalah yang lebih penting dan jadi prioritas seperti Iran.”

“Namun harus ada kemajuan nyata berkaitan dengan kesepakatan Palestina. Sebelum adanya normalisasi antara Arab Saudi, dan Dunia Arab dengan Israel,” imbuhnya.

Selain Saudi, UEA dan Bahrain juga mengindikasikan normalisasi yang sama. Ekstremnya lagi, kedua negara itu mengirim delegasi untuk turut merayakan pendirian Israel sekaligu pengusiran (Nakbah) bangsa Palestina.

Disebutkan, UEA dan Bahrain mengirim tim pembalap sepeda di jalanan Al-Quds untuk ikut dalam perlombaan memperingati pendirian Israel. Sebelumnya, Bahrain juga mengirim utusan untuk berkeliling di jalanan Al-Quds, yang seketika mengundang kemarahan warga Palestina. (whc/dakwatuna)

Baca juga:

Pemindahan Kedubes AS; Mobilisasi Israel dan Kemarahan Palestina

Sebut Zionisme Proyek Penjajahan, Rabbi Yahudi Ini Tegaskan Yerusalem Ibu Kota Palestina

Warga Palestina Bersiap Peringati 70 Tahun Nakbah

Jelang Peresmian Kedubes AS di Al-Quds, Zionis Israel Perketat Keamanan

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Membaca Arah Hubungan Rusia dan Israel

Organization