Home / Berita / Internasional / Asia / FOKMA Selenggarakan Seminar Motivasi Bagi Perantau di Malaysia

FOKMA Selenggarakan Seminar Motivasi Bagi Perantau di Malaysia

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Dokumentasi Seminar Fokma di hari Buruh Dunia. (foto: dok. pribadi/dakwatuna.com)

dakwatuna.com – Kuala Lumpur. Permasalahan dan tantangan yang dihadapi oleh perantau semakin hari semakin kompleks. Hal ini memerlukan tips bagaimana perantau memiliki bekal untuk menghadapinya. Untuk itulah tahun ini dalam seminar rutin Forum Komunikasi Muslimah Indonesia di Malaysia (FOKMA), bertepatan dengan hari buruh sedunia 1 Mei 2018, mengadakan acara motivasi dengan mengangkat tema Motivasi Menghadapi Problematika Perantau di Malaysia. Seminar tersebut terlaksana atas dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur Malaysia dan disponsori oleh Restoran Ayam Penyet Surabaya, Sime Darby Plantation, Wardah, JPI, Nabihah Collection, dan beberapa sponsor lainnya.

Evi Hartati selaku ketua FOKMA menyampaikan bahwa seminar tersebut sangat penting, karena selain untuk menguatkan silaturahim perantau di Malaysia, diharapkan para peserta dapat lebih semangat dan termotivasi untuk tidak pantang menyerah dalam menghadapi berbagai problematika sebagai perantau di Malaysia. Seminar yang bertempat di aula Hasanuddin KBRI Kuala Lumpur Malaysia tersebut dibuka secara resmi oleh Agus Badrul Jamal, atase pensosbud KBRI KL.

Narasumber pertama yaitu Dr Muhammad Iqbal yang merupakan konsultan psikologi, mengingatkan bahwa menjadi perantau adalah sesuatu yang harus senantiasa disyukuri karena tidak setiap orang mengalaminya. Iqbal mengungkapkan bahwa kunci kebahagiaan ada dalam rasa syukur kita dalam setiap nikmat yang Allah berikan. Hidup selalu menuntut kita untuk memilih, cerita hidup seperti apa yang ingin ditulis dalam kehidupan kita bergantung pada mimpi dan harapan yang kita inginkan. Profesi apapun sebagai perantau baik itu mahasiswa atau pekerja, hendaknya selalu dimulai dengan niat yang baik. Karena niat akan menentukan hasil. Niat yang baik, hasilnya pun akan baik. Sebagai seorang muslim, hendaklah niat bekerja untuk mencari keridhaan Allah dan melakukan kebaikan.

Tips Sukses Merantau

Pemateri memberikan beberapa tips agar sukses menjadi perantau. Pertama, harus selalu berusaha dan mencoba serta optimis. Kedua, mengatur strategi dengan menyusun rencana dan fokus. Ketiga, siap belajar dari keberhasilan orang lain. Keempat, menjaga keseimbangan dunia kerja dan kehidupan pribadi. Kelima, senantiasa berpikir positif.

Narasumber yang kedua adalah Heni Sri Sundani. Kisah hidupnya yang penuh perjuangan karena dibesarkan dalam keadaan yang sangat terbatas secara ekonomi, tidak menyurutkan langkahnya untuk mencapai impian menjadi seorang guru. Selama beberapa tahun dia bekerja sebagai TKW di Hongkong. Pendiri Sekolah Anak Petani Cerdas ini kemudian berhasil keluar dari kemiskinan karena dia tidak pernah menyerah untuk mendapatkan pendidikan. Bagi dirinya, pendidikan adalah senjata yang ampuh untuk memutuskan rantai kemiskinan.

Seminar sehari tersebut dilaksanakan sejak pukul sembilan pagi hingga pukul empat sore. Peserta yang datang berjumlah 500 orang yang mayoritas mereka adalah muslimah para pekerja Indonesia dari beberapa wilayah Malaysia seperti Kuala Lumpur, Selangor, Seremban, Negeri Sembilan, Perak dan Pinang. Alhamdulilah, diharapkan seminar ini dapat memberikan motivasi kepada perantau dimanapun mereka berada agar memiliki daya juang tangguh dan tidak pantang menyerah pada keadaan serta didukung oleh perencanaan yang fokus. (YY Farikha/dakwatuna.com)

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

YY Farikha
muslimah yang saat ini tinggal di Malaysia, selalu berusaha memperbaiki diri dan memberikan manfaat untuk orang lain, suka berdakwah, belajar dan berbisnis

Lihat Juga

Pemerintah Baru Malaysia Berbalik Melawan Cina

Organization