Home / Berita / Internasional / Eropa / Islam di Prancis; Ada Petisi untuk Menghapus Beberapa Ayat Al-Quran

Islam di Prancis; Ada Petisi untuk Menghapus Beberapa Ayat Al-Quran

Ilustrasi. (mamhtroso.com)

dakwatuna.com – Paris. Sebuah petisi tentang ‘kebencian terhadap Islam di Prancis’ baru-baru ini ditandatangani oleh 250 tokoh Prancis. Di dalamnya, mereka menuntut beberapa ayat Al-Quran yang dianggap ‘ketinggalan zaman’ agar dihapus. Mereka menilai, ayat-ayat tersebut menganjurkan pembunuhan terhadap Yahudi, Nasrani dan Ateis.

Kepala Masjid Raya Prancis (Grande Mosquée de Paris), Dalil Boubakeur pun bereaksi atas isu tersebut. menurutnya, petisi itu merupakan pengadilan tidak adil bagi Muslim Prancis. “Ada bahaya yang jelas terhadap kehidupan bersama masyarakat keagamaan,” katanya.

Boubakeur menambahkan, “Warga Prancis yang beragama Islam, dan komitmen dengan nilai-nilai republik, tidak menunggu pergerakan petisi ini. Bahkan mereka selama bertahun-tahun menghadapi diskriminasi terhadap Muslim dalam segala bentuknya.”

Sementara itu, Ketua Observasi Islamofobia, Abdullah Zakariya juga mengecam keras petisi tersebut. Menurutnya, itu merupakan perdebatan yang ‘sangat mengganggu dan berbahaya’ seputar Islam. Ia juga menyeru para penandatangan petisi agar “menghentikan tuduhan terhadap Islam dan Muslimin.”

Selain itu, Zakariya juga menyebut para penggagas petisi sebagai kelompok yang haus akan visibilitas media. “Islam dan Muslimin dapat menebakk tujuan mereka,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Masjid Raya Bordeaux, Tariq Abro. Ia menegaskan, “Pernyataan yang menyebut Al-Quran menganjurkan pembunuhan, sangat kasar dan tidak masuk akal.”

“Al-Quran diturunkan dengan bahasa Arab, dan aku yakin mereka yang menandatangani petisi membaca dan mengkaji dengan teks terjemahan,” kata Abro. “Itu menunjukkan lemahnya mereka terhadap wawasan agama.”

“Naskah suci itu juga mengandung kekerasan di satu sisi, termasuk Injil,” jelasnya lagi.

Petisi Antisemitisme

Sebelumnya, surat kabar Le Parisien memuat sebuah petisi yang ditandatangani hampir 300 orang. mereka merupakan tokoh-tokoh Prancis dari kalangan budayawan, politisi dan media.

Dalam petisi itu, para mereka menyerukan permusuhan dan kebencian kepada Islam serta menuduh Islam sebagai ‘radikal’. Mereka juga menuntut agar beberapa ayat dalam Al-Quran dikoreksi kembali.

“Ada ayat dalam Al-Quran yang menyeru kepada pembunuhan dan kekerasan terhadap Yahudi, Nasrani dan Ateis,” kata mereka. “(Dengan dihapus, red) maka tidak ada lagi yang melakukan kriminalitas atas nama kitab suci.”

Para penandatangan sangat berharap Islam Prancis memenuhi tuntutan mereka. “Sebelum pertempuran melawan jurang demokrasi anti-Semitisme ini menjadi masalah nasional di Prancis,” kata mereka.

Petisi tersebut juga ditandatangani oleh para politisi ekstrem kanan dan kiri. Di antaranya ada mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, politisi kanan Laurent Wauquiez, mantan PM Sosialis Manuel Valls, seniman Charles Asnavour, aktor Gérard Depardieu, dan masih banyak lagi.

Petisi ini juga mengundang reaksi dari pemerintah Prancis. Menteri Kehakiman Prancis Nicole Belobit menegaskan, “Semua pihak harus melakukan tindakan untuk menghindari bentrokan di tengah masyarakat.”

“Petisi ini mengisyaratkan adanya kekhawatiran. Ini harus ditanggapi dengan penuh keterpaduan,” pungkasnya. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Kekuatan Diplomatik Turki Selamatkan 4 Juta Orang di Idlib, Suriah