Topic
Home / Berita / Internasional / Asia / Hamas Tuding Mossad Otak di Balik Pembunuhan Ilmuwan Palestina di Malaysia

Hamas Tuding Mossad Otak di Balik Pembunuhan Ilmuwan Palestina di Malaysia

Ilmuwan Palestina ditembak di Malaysia. (Aljazeera)

dakwatuna.com – Kuala Lumpur. Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) menuding Mossad sebagai otak di balik pembunuhan ilmuwan Palestina di Malaysia, Fadi Muhammad Al Batsh. Sementara Pemerintah Malaysia menyebut, pelaku berkaitan dengan intelijen asing.

Sebelumnya, Fadi Al Batsh dikabarkan tewas ditembak saat perjalanan menunaikan Shalat Subuh di ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur, Sabtu (22/04). Al Batsh (35 tahun) merupakan seorang akademisi anggota Hamas.

Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyah menyebutkan, pihaknya meminta kepada pemerintah Malaysia untuk melakukan investigasi. Saat berkunjung ke rumah duka di Gaza, Haniyah juga menyampaikan telah mengirim delegasi Hamas ke Malaysia.

Melalui pernyataannya, Hamas menyebut Al Batsh punya kontribusi penting. Almarhum juga disebut sering mengikuti konferensi internasional di bidang energi.

Tudingan keterlibatan Mossad juga dilontarkan oleh Gerakan Jihad Islam Palestina. Seorang pimpinan Gerakan, Khaled Al Batsh menyebutkan, pihaknya mendesak Pemerintah Malaysia untuk segera melakukan investigasi.

Hal senada juga disampaikan Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina. Partai ini menuding Mossad otak di balik penembakan Al Batsh. Mereka menyebut Mossad memang punya ambisi melakukan pembunuhan terhadap ilmuwan-ilmuwan Arab dan Palestina.

Sementara dari Kuala Lumpur, Dubes Palestina di sana menyebutkan dirinya terus bekerjasama dengan pihak terkait di Malaysia untuk mengungkap insiden tersebut.

“Kami juga mengurus pemulangan jenazah Al Batsh ke Tanah Air untuk dimakamkan di sana, sesuai permintaan keluarga. Selain juga memulangkan anggota keluarganya,” kata Kedutaan, seperti dilansir Aljazeera.net, Ahad (22/04/2018).

Pemerintah Malaysia

Sementara itu, Pemerintah Malaysia menyebut pelaku penembakan terkait dengan jaringan intelijen asing. Komandan Kepolisian setempat mengatakan, dua pelaku mengendarai sepeda motor saat menembak kepala Al Batsh.

Menteri Dalam Negeri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi menyatakan, pembunuh Al Batsh bekerja untuk intelijen yang memusuhi Palestina.

Lebih lanjut, Hamidi menyebut pihak meminta Polisi Internasional (Interpol) dan Polisi Asean untuk melacak pembunuh Al Batsh.

Hamidi juga mengatakan, Al Batsh merupakan ahli di bidang listrik dan produksi rudal. Menurut jadwal, Al Batsh akan terbang ke Turki untuk mengikuti konferensi internasional di sana.

Koresponden Aljazeera di Kuala Lumpur mengatakan, peristiwa ini merupaka kejahatan besar yang menargetkan ilmuwan di tanah Malaysia. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Komunitas Muslim Jerman Minta Aparat Jaga Seluruh Masjid

Figure
Organization