Home / Berita / Internasional / Asia / KTT Liga Arab Kecam Iran, Begini Respon Teheran

KTT Liga Arab Kecam Iran, Begini Respon Teheran

KTT Liga Arab 2018. (Aljazeera.net)

dakwatuna.com – Riyadh. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Liga Arab ke-29 dalam pernyataannya mendesak Iran agar menghentikan pasokan senjata kepada milisi di Kawasan. Sementara Teheran menyebut pernyataan KTT tersebut sebagai tuduhan palsu dan kebijakan subversif dari Saudi.

Dalam pernyataan disebutkan, “Akan menangani dengan seksama segala bentuk intervensi kepada negara-negara Arab.” Iran juga didesak untuk menghentikan tindakan provokatif yang dapat mengancam keamanan dan stabilitas nasional.

Selain itu, pernyataan KTT juga mengecam keras serangan demi serangan yang mengancam Arab Saudi. “Keamanan Saudi terancam dengan serangan 119 rudal dari milisi Syiah Hutsi di Yaman,” seperti dilansir dari Aljazeera.net, Senin (16/04/2018).

Terkait hal tersebut, Iran juga diminta untuk berhenti mendukung dan mempersenjatai milisi Hutsi.

Sebaliknya, Iran juga membantah keras pernyataan KTT yang digelar di Dhahran Saudi tersebut. Menurut Kemenlu Iran, pernyataan itu merupakan tudingan palsu dan terpegaruh oleh kebijakan subversi Saudi.

Dalam keterangannya, Kemenlu Iran menyebut tudingan bahwa Iran melakukan intervensi sebagai ketidaktahuan terhadap realitas di Kawasan.

Teheran juga menyeru Liga Arab untuk bertindak berdasarkan realitas dan mengambil langkah untuk mengurangi ketegangan di Kawasan.

KTT Terlemah

Sementara itu, pada waktu yang sama kritikan terhadap penyelenggaraan KTT juga berhembus. Dalam hal ini, mantan anggota Majelis Nasional Kuwait, Nasser al-Duwailah menyebut penyelenggaraan dan pernyataan KTT memalukan.

Menurut al-Duwailah, KTT tahun ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Dalam pernyataan dijelaskan kecaman terhadap Iran dengan segala kebijakannya, namun nihil dalam tindakan nyata menghentikan Iran.

KTT Liga Arab 2018, tambah al-Duwailah, sebagai penyelenggaraan yang kurang brillian dan berpengaruh, bahkan pada pemberitaannya. Bahkan KTT kali ini merupakan yang paling lemah dari sebelumnya. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

[Video] Seorang Guru Ingin Cium Tangannya, Begini Respon Erdogan

Organization