Topic
Home / Berita / Internasional / Asia / Di Hadapan Putin-Rouhani, Erdogan Janji Berantas Teroris

Di Hadapan Putin-Rouhani, Erdogan Janji Berantas Teroris

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Aljazeera.net)

dakwatuna.com – Ankara. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, berjanji akan memberantas ‘organisasi teroris’ yang mengancam Suriah dan sekitarnya, Sabtu (04/04). Pernyataan ini disampaikannya saat konferensi pers setelah pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Iran Hassan Rouhani.

Erdogan juga menyebut negaranya akan membangun kembali infrastruktur di wilayah yang berhasil dibebaskan dari teroris. Selain juga menyerahkan pemerintahan kota kepada penduduk lokalnya, seperti dilansir dari Aljazeera.net, Kamis (05/04/2018).

Lebih lanjut Erdogan menjelaskan, wilayah yang dibebaskan Turki dari milisi Kurdistan berbeda dengan wilayah yang diserang pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Menurut Erdogan, wilayah yang diserang NATO masih saja terjadi ketegangan.

“Organisasi Teroris Kurdistan tidak berbeda dengan ISIS. Maka tidak mungkin bekerja sama dengan mereka (milisi Kurdistan, red) untuk memberantas ISIS,” lanjut Erdogan, menyindir AS.

Seperti diketahui, AS memasok senjata kepada milisi Kurdistan yang disebut teroris oleh Ankara. Washington berdalih, pasokan senjata itu bagian dari upaya memberantas ISIS.

Dalam kesempatan itu, Erdogan juga menyinggung Uni Eropa yang tidak menepati janji. Menurut Erdogan, UE berjanji akan memberi 3 Miliar Euro untuk para pengungis Suriah, namun hingga saat ini belum dilakukan.

Sementara itu, Presiden Iran Hassan Rouhani menyebutkan, beberapa pihak menghendaki para teroris tetap eksis untuk kepentingan mereka. Rouhani juga menyoroti beberapa negara yang melatih dan memasok senjata kepada milisi teroris ini.

Lebih lanjut Rouhani mengatakan, baik ISIS maupun organisasi teroris lainnya bertugas melayani kepentingan beberapa pihak, termasuk Amerika Serikat (AS).

“Dalam beberapa tahun terakhir, ada banyak masalah besar menimpa Kawasan ini termasuk isu teroris,” imbuh Rouhani. Ia juga menyebut ‘sisa-sisa’ teroris harus disingkirkan dari Suriah.

Masih menurut Rouhani, krisis di Suriah tidak mungkin selesai dengan cara militer. Berbagai keputusan yang diambil selama pertemuan, memunculkan harapan untuk penyelesaian krisis tersebut.

Sedangkan Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan, ketiga negara sepakat untuk menjaga keutuhan, kedaulatan dan prestise Suriah. Menurut Putin ketiga negara fokus pada penyelesaian krisis secara politik.

“Prioritas kami adalah fokus pada solusi politik dan dialog komprehensif yang melibatkan semua pihak di Suriah,” imbuh Putin. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Trump Gelar Buka Puasa Bersama Tanpa Kehadiran Komunitas Muslim

Figure
Organization