Home / Berita / Internasional / Asia / Menlu Prancis: Senjata Hutsi Asalnya dari Iran

Menlu Prancis: Senjata Hutsi Asalnya dari Iran

Menlu Prancis, Jean-Yves Le Drian. (aa.com.tr/ar)

dakwatuna.com – Paris. Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis, Jean-Yves Le Drian menyebut Iran sebagai pemasok senjata bagi milisi Syiah Hutsi di Yaman, Kamis (29/03/2018).

Melalui siaran Radio RTL, Le Drian menyebut masalah di Yaman sebabnya karena proses politik tidak berjalan, seperti dilansir dari aa.com.tr/ar.

Lebih lanjut ia juga menyebut bahwa Arab Saudi menghadapi serangkaian serangan dari milisi Syiah Hutsi di Yaman. Menurutnya, serangan rudal itu menjadi ancaman bagi Riyadh.

Pada Ahad (25/03) lalu milisi Syiah Hutsi menembakkan rudal balistik ke beberapa titik di Arab Saudi. Pihak Hutsi mengklaim, serangannya berhasil menyasar tiga bandara, yaitu Bandara King Khalid Riyadh, Bandara Abha di Asir dan Bandara Jazan.

Sementara media Saudi menyebut pasukan udara berhasil menghalau rudal-rudal tersebut. Mengenai hal ini, Kemenlu Prancis mengutuk keras serangan rudal yang menimpa Arab Saudi.

Serangan rudal pada pagi dini hari tersebut bertepatan dengan tiga tahun serangan Koalisi Arab yang dipimpin Saudi ke Yaman. (whc/dakwatuna)

Sumber: Anadolu Ajansı Arabıc

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 4,00 out of 5)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Meski Kalah, Ternyata 64 Persen Warga Israel Ingin Operasi Militer di Gaza Lanjut