Home / Berita / Internasional / Eropa / Pengamat: Rusia Lakukan Permusuhan Terhadap Barat

Pengamat: Rusia Lakukan Permusuhan Terhadap Barat

Theresa May dan Vladimir Putin. (bbc.com)

dakwatuna.com – Doha. Pengamat politik asal Inggris, Adam Tomson menyebutkan, ada indikasi permusuhan yang dilakukan Rusia kepada negara-negara Barat. Tomson merupakan direktur Jaringan Kepemimpinan Eropa, serta mantan pengamat Uni Soviet di komite intelijen Inggris.

“Ada pergerakan ekstra di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk menambah kemampuan pertahanan mereka untuk melawan serangan kimia maupun elektronik. Terlebih pasca Rusia mencaplok Krimea dan intervensinya ke Ukraina. Selain juga berbagai penangkapan terhadap oposisi Rusia dengan gas kimia beracun di negara-negara Barat,” kata Tomson, pada program Bila Hudud Aljazeera episode Rabu (21/03/2018).

Tomson menambahkan, Barat tampak tidak menggunakan masalah mantan agen Rusia Sergei Skripal untuk meruncingkan hubungan dengan Rusia. Sebabnya, karena Barat tak ingin melanjutkan hubungan yang merosot dengan Moskow.

Namun masalahnya terletak pada permusuhan yang dilakukan Rusia. Maka, lanjut Tomson, hal ini memerlukan respon atas pelanggaran hukum oleh Rusia terkait penggunaan senjata kimia dan mengusik kedaulatan Inggris.

Lebih lanjut Tomson meyakini, London akan mengambil langkah politik jika keadaannya tidak ada kerjasama dengan Rusia dalam masalah ini. Namun ia khawatir permasalahan akan mengerucut pada aktivitas militer seperti pembajakan dan saling serang siber.

Terkait keracunan Skripal, Tomson menyebut sejauh ini Inggris belum menjelaskan secara rinci keterlibatan Rusia. Keterangan yang ada hanya gas yang digunakan pada Skripal merupakan gas yang dikembangkan Uni Soviet dulu.

Skripal dulunya merupakan kolonel di kemiliteran Rusia. Namun ia pernah dihukum pihak Kremlin dengan tuduhan menjadi agen ganda. Pada 2010, ia dibebaskan melalui sebuah kesepakatan tukar tahanan mata-mata antara Rusia dan Barat.

Sejak saat itu, Skripal menetap dan dilindungi di Inggris, meskipun dianggap penghianat oleh Rusia. Beberapa waktu lalu, pihak keamanan Inggris menemukan Skripal dan putrinya pingsan di pusat kota Salisbury. Pemerintah Inggris kemudian menuding Moskow adalah dalang di balik itu semua. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

PBB: 70 Persen Warga Yaman Menderita Kelaparan

Organization