Home / Konsultasi / Konsultasi Arsitektur / Dana 50 Juta, Bisakah Rumah Saya di Renovasi?

Dana 50 Juta, Bisakah Rumah Saya di Renovasi?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Dakwatuna.com –

 

Pertanyaan:

Assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh

Pak Andan di dakwatuna.com, saya ingin merenovasi rumah. Namun dana nya hanya ada 50 juta rupiah. Apakah dana tersebut cukup pak ? Karena kebutuhan mendesak dan dana terbatas, maka renovasi nya harus segera mulai.

Rencana nya saya akan menambah kamar tidur anak 2 buah, namun bingung meletakkan di mana. Apakah harus 1 lantai atau terpaksa 2 lantai. Lalu ruang cuci jemur kami juga selama ini tidak ideal. Karena gelap dan pengap.

Kami juga masih ingin ada sisa area terbuka buat sirkulasi hawa. Jadi jangan di bangun semua. Walaupun rumah kami tidak bisa masuk mobil. Karena mobil hanya bisa di samping tetangga kami saja. Pas di jalan rumah kami buntu dan hanya cukup untuk jalan motor saja.

Demikian Pak Andan, pertanyaan kami. Silakan datang ke rumah kami jika bapak ada waktu. Terima kasih atas perhatian nya.

Wassalaamua’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh

Hasan – Pondok Gede , Bekasi

 

Jawaban:

Wa’alaikum salam wa rahmatullaahi wa barakaatuh

Pak Hasan yang saya hormati, jazakallah atas akses nya ke dakwatuna.com , semoga silaturahim kita membawa keberkahan. Semoga netters sekalian juga mendapat keberkahan dunia dan akhirat.

Teman – teman sekalian, dana yang ada untuk memulai renovasi rumah memang sangat terbatas. Karena biasanya minimal renovasi rumah itu dimulai dari angka 100 an juta rupiah ke atas. Luas minimal biasanya menambah bangunan adalah sekitar 30 an meter persegi. Luas itu biasa nya dapat 2 kamar tidur dan sedikit ruang di depan nya.

Nah, jika luas 30 m2 di kali 3 juta saja per m2 nya , sudah 90 juta. Belum di tambah ini dan itu yang biasa nya ada saja yang kurang. Itu pun masih harga minimal. Karena jika kualitas bahan nya bagus tentu lebih mahal lagi.

Sementara dana Pak Hasan hanya 50 juta an saja. Bagaimana cara mengatur nya ? Ini yang seru. Karena justru di sinilah arsitek berperan. Mengatur pola desain yang hemat. Membuat konsep yang sesuai dengan kebutuhan. Jadi mohon maaf sekali netters sekalian, jangan katakan fee desain arsitek itu mahal. Justru dengan menggunakan jasa desain arsitek, maka akan terjadi penghematan.

Untuk Pak Hasan solusi saya adalah membuat kamar bangunan baru di luas rumah lama. Lalu saya lebihkan sedikit tembok nya agar bisa menempel ke ruang tamu lama. Teras tamu yang lama saya geser ke tembok hingga lebih lapang dan lebih multi guna.

Ruang jemur lama saya buka saja atap nya lalu di ganti dengan atap transparan. Agar ruang jemur menjadi terang. Ruang jemur ini juga bagian atas nya saya coba buat mezzanine kamar anak. Kecil memang, tapi buat anak laki cukuplah. Belajar prihatin sesaat. Atau ruang ini juga bisa di gunakan buat gudang jika di anggap terlalu kecil.

Dimana hemat nya ? Pola hemat nya adalah dengan membuat atap dak bagi tahap 1 rumah bagian depan. Hingga jika ingin membuat lantai 2 nya kita tinggal membangun kamar di atas nya. Di sini letak hemat nya. Pola tumbuh menjadi solusi. Juga bahan material hebel expose dan plafond langsung bertemu dak beton, alias tanpa plafond.

Sekarang tinggal berpikir tangga ke lantai 2. Ada 2 cara yang dapat kita gunakan. Yang pertama tangga kita letakkan di luar dengan sistem melingkar. Yang ke dua bisa kita letakkan di ruang cuci jemur dengan pola tangga besi yang bisa dilipat, hingga praktis dan tidak makan tempat.

Alhamdulillah netters sekalian. Selesai sudah desain unik kali ini . Menarik bukan ? Hemat biaya dan cantik pula. Bayangkan jika kehendak seperti ini langsung diserahkan kepada tukang bangunan. Tentu kacau jadi nya.

Tidak sedikit kasus yang saya temui di lapangan berakhir tidak enak. Sudah habis dana 300 juta namun tidak jadi rumah. Ada lagi yang sudah membongkar atap tapi ternyata tidak ketemu kolom balok dan tembok nya. Nah, jangan segan datang ke arsitek untuk bertanya membuat desain. Setelah matang, maka baru bisa mulai dengan pak tukang di lapangan.

Beberapa arsitek malah punya tukang langganan. Ini lebih ideal lagi. Karena dengan tukang yang bisa kerja dengan arsitek, itu artinya tukang tersebut bisa baca gambar. Karena ada saja tukang yang tidak biasa membaca gambar.

Demikian Pak Hasan dan netters sekalian. Semoga pencerahan ini bermanfaat bagi kita semua. Akhirul kalam,

Wassalaamua’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh

Ir. Andan Nadriasta – www.griyainsani.com

Hp  :  0813 1901 0400 ( Wa Only )

Kirimkan email pertanyaan / order desain / pelaksanaan ke : [email protected]
fb  : griyainsani
IG : @griyainsani
Twitter : @griyainsani_com

(SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 5,00 out of 5)
Loading...
Lulusan Teknik Arsitektur angkatan 90 Univ. Pancasila. Bisa dihubungi di 0817-496-5742. Aktif menulis di media tahun 99. Sebagai pengisi rubrik griya di koran Republika. Sebelumnya sempat aktif di Tabloid Nova. Membantu pembuatan desain rumah tinggal yang di asuh oleh Ir. Nurhadi.Andan Nadriasta diambil dari bahasa sansekerta. Artinya adalah 'tangan yang berkarya'. Doa dari orang tua tersebut mengiringi segenap kegiatan dalam berkarya membuat disain rumah tinggal yang islami. Serta berdakwah di lingkungan sekitar hingga daerah yang dikunjungi.

Lihat Juga

Sebaiknya Renovasi Tingkat di Depan Atau Belakang?

Organization