Home / Berita / Internasional / Asia / Al-Quds Dekatkan Hubungan Turki dan Yordania

Al-Quds Dekatkan Hubungan Turki dan Yordania

Presiden Erdogan dan Raja Abdullah II. (Aljazeera.net)

dakwatuna.com – Amman. Kunjungan Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki, Mevlut Covusoglu baru-baru ini ke Amman, Yordania, membuka lembaran baru bagi hubungan kedua negara. Hubungan kedua negara terkoordinasi secara jelas dalam beberapa permasalahan, termasuk Al-Quds.

Dilansir Aljazeera.net, Selasa (20/02/2018), kedua Menlu menyampaikan konsistensi penuh terhadap berbagai isu regional, secara khusus isu Palestina dan Suriah. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers kedua menlu pada Senin (19/02) kemarin di Amman, Yordania.

Sementara sumber di Amman menyebutkan, kunjungan Covusoglu ini dilakukan di tengah perselisihan dengan blok tripartit (Riyadh, Abu Dhabi, Kairo) terkait masalah Al-Quds dan Palestina.

Sumber menambahkan, Turki dan Yordania sepakat untuk menyamakan persepsi terkait kemungkinan langkah baru AS dalam proses perdamaian. Yordania menilai, langkah Washington dapat mengancam keamanan nasionalnya.

Selain itu, kedekatan Turki – Yordania bertepatan dengan kedekatan Israel dengan beberapa negara Teluk. Secara historis negara-negara Teluk masih menjalin hubungan dengan Yordania. Namun mereka memutus bantuan, melihat ancaman Iran sebagai prioritas, dan mengesampingkan Al-Quds dalam perhitungan mereka.

Kunjungan Menlu Turki ke Yordania juga dalam rangka membahas kerja sama ekonomi dan perdagangan kedua negara. Terutama tentang kesepakatan perdagangan bebas untuk memudahkan hasil produksi Yordania masuk ke Turki.

Peran Penting Turki

Mantan Menteri Pembangunan Politik Yordania, Sabre Rabeehat turut angkat bicara soal hubungan negaranya dengan Turki. Menurutnya, Turki memainkan peran penting dalam skala regional. Ia menilai, ada titik-titik konvergensi antara Turki dan Yordania, terutama pada masalah Al-Quds.

Sementara Amman, katanya, punya kekhawatiran terhadap krisis pengungsi yang telah banyak membebani negara. Namun, saat ini ada prospek kerja sama baru antara Amman dan Ankara di bidang politik dan ekonomi. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 5)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Segala yang Perlu Diketahui Tentang Pemilu Turki Mendatang