Home / Berita / Internasional / Asia / Gencatan Senjata di Suriah, Mungkinkah Terwujud?

Gencatan Senjata di Suriah, Mungkinkah Terwujud?

Ghouta Timur dan Idlib tengah menghadapi bencana. (Aljazeera.net)

dakwatuna.com – Washington. Seorang pejabat tinggi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjelaskan kemungkinan terwujudnya gencatan senjata di Suriah. Menurutnya, hal itu sangat mungkin terjadi jika seluruh pihak yang terlibat menghendaki.

Selain itu, ia menyebut ada indikasi-indikasi yang tengah mengarah kepada keterwujudan gencatan senjata.  Seperti adanya gerakan dari organisasi internasional untuk menggalang dukungan diplomatik ke arah sana. Hal semacam ini semakin kencang terutama pasca kondisi di Ghouta timur dan Provinsi Idlib yang menghadapi bencana.

Dilansir Aljazeera.net, Rabu (14/02/2018), pernyataan tersebut dikemukakan oleh Ramesh Rajasingham, Deputi Koordinator Regional untuk Urusan Kemanusiaan di Suriah.

Masih menurut Rajasingham, Ghouta timur tengah berada dalam bahaya. Di dalam wilayah yang terisolasi itu, terdapat 400.000 penduduk yang memerlukan bantuan sesegera mungkin. Selain juga ada ratusan yang mengidap penyakit yang perlu pengobatan, dan banyak lagi yang menanti kematian.

“Titik ledakan itu saat orang-orang mati tanpa pencegahan dan di saat penyelamatan sangat mungkin dilakukan. Oleh karena itulah, kita saat ini berada di titik ledakan itu,” kata Rajasingham.

Tak hanya di Ghouta Timur, Rajasingham juga menyebut kondisi serupa terjadi pula di Provinsi Idlib. Di sana, berkumpul semua bencana dari semua aspeknya, seperti kemanusiaan, medis, politik maupun militer.

Rajasingham menjelaskan, keadaan ini mendesak agar semua kembali kepada kesepakatan gencatan senjata yang berhasil dicapai tahun lalu oleh Turki, Rusia dan Iran. Dengan begitu, lanjutnya, tim medis dapat bekerja dan para penduduk mendapatkan pelayanan atas kebutuhannya.

Sejak bulan Desember lalu, lanjutnya, ada 330 ribu penduduk yang melarikan diri dari Provinsi Idlib. Hal ini menambah jumlah pengungsi dari wilayah tersebut menjadi dua juta orang. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Mantan PM Israel Ini Akui Bunuh 300 Orang Palestina dalam 3,5 Menit