Home / Berita / Internasional / Asia / Menlu AS: Penyelesaian Krisis Teluk Jadi Kepentingan Bersama

Menlu AS: Penyelesaian Krisis Teluk Jadi Kepentingan Bersama

Menlu AS, Rex Tillerson. (Aljazeera.net)

dakwatuna.com – Kuwait. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Menlu AS), Rex Tillerson bertemu dengan Emir Kuwait, Syaikh Sabah al-Ahmad al-Sabah, Selasa (13/02) kemarin. Disebutkan, keduanya membahas hubungan bilateral AS-Kuwait dan krisis teluk yang masih berlangsung.

Dalam konferensi pers, Tillerson menyampaikan terima kasih atas upaya Kuwait dalam memediasi krisis teluk. Ia juga menyebutkan, negaranya akan terus berupaya menemukan penyelesaian masalah. Selain itu, kembali bersatunya teluk merupakan kepentingan banyak pihak, imbuhnya, seperti dilansir Aljazeera.net, Rabu (14/02/2018).

Sementara itu, Menlu Kuwait juga menyampaikan apresiasi tertitnggi atas perhatian Presiden Donald Trump terhadap hubungan strategis dengan negara-negara Teluk.

Selain krisis teluk, Tillerson juga menyinggung soal kembalinya milisi-milisi ISIS ke Irak dan Suriah. Ia menyebutkan, Washington akan menambah anggaran sebesar dua juta dolar guna mewujudkan stabilitas wilayah di Suriah.

Lebih lanjut, Tillerson juga mengungkap bahwa pihaknya menguasai 30% wilayah dan ladang minyak di Suriah. “Kami sama sekali tidak memainkan peran yang salah. Kami selalu mendukung Jenewa (perundingan soal Suriah, red), dan berupaya mempersatukan para oposisi,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Menlu AS itu juga mengomentari soal operasi militer Turki di perbatasan Suriah. Menurutnya, AS sangat prihatin dengan situasi terkini di Barat laut Suriah. Selain juga sangat memahami kekhawatiran Ankara soal keamanan nasional-nya. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan dan Trump Sepakat, Soal Apa?