Topic
Home / Berita / Internasional / Asia / Turki: Umat Islam Bukan Ancaman Terbesar Bagi Dunia

Turki: Umat Islam Bukan Ancaman Terbesar Bagi Dunia

Jubir Kepresidenan Turki. (aa.com.tr/ar)

dakwatuna.com – Ankara. Juru bicara kepresidenan Turki, İbrahim Kalın, membantah tuduhan yang menyebut umat Islam sebagai ancaman terbesar bagi dunia. Negara-negara Islam, tambahnya, bahkan tidak memiliki teknologi militer yang maju di dunia ini.

“Negara-negara Islam bukan yang terkaya di dunia ini. Mereka tidak memiliki pasukan yang besar, juga tidak memproduksi senjata penghancur. Kecuali satu negara Islam saja yang punya bom atom,” katanya seperti dilansir dari aa.com.tr/ar, Jumat (26/01/2018).

Lebih lanjut, Kalın menyebutkan, “Tidak ada negara Islam yang punya kemajuan teknologi militer. Namun entah mengapa, Umat Islam disebut sebagai ancaman terbesar bagi dunia.”

Dalam seminar bertajuk ‘Hubungan Islam dan Barat Abad 21’ tersebut, Kalın juga menjelaskan interaksi antara Islam dan Barat yang terjalin dalam waktu panjang.

Selain itu, ia juga menyeru pihak-pihak yang menuding Islam tidak berlaku adil pada wanita. Menurutnya, mereka harus kembali melihat sejarah, dan membacanya dari sumber yang terpercaya.

Kalın menerangkan, Al-Quran berbicara lebih banyak tentang wanita daripada agama lain. Bahkan, menurutnya, wanita memerankan peran penting dalam perjalanan manusia.

Kalın melanjutkan, Umat Islam masuk ke wilayah Eropa Selatan sejak dini. Mereka hidup di sana lebih dari 700 tahun. Itu lebih dua kalinya sejarah Amerika Serikat, tegasnya.

Antara Islam dan Barat, tambahnya, tidak ada pertentangan dan perseteruan. Menurutnya, sangat mungkin kedua belah pihak untuk hidup berdampingan layaknya yang terjadi di Andalusia. (whc/dakwatuna)

Sumber: Anadolu Ajansi Arabic

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Komunitas Muslim Jerman Minta Aparat Jaga Seluruh Masjid

Figure
Organization