Home / Berita / Silaturahim / Respon Gempa Banten, Tim Rescue PKPU-HI Terus Lakukan Koordinasi Bantuan

Respon Gempa Banten, Tim Rescue PKPU-HI Terus Lakukan Koordinasi Bantuan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Tim Rescue PKPU HI Tengah Melakukan Peninjauan Ke Rumah Warga, Rabu (24/1/2018). (kis/pkpu-hi)

dakwatuna.com – Banten.  Rabu Pagi, (24/01/2018) tim Rescue PKPU Human Initiative melakukan koordinasi di Desa Cikatomas, Kecamatan Cilograng, Banten, bersama Pak Mulyadi, ketua RW 02.

Menurut informasi yang disampaikan oleh salah satu korban, Mulyadi, kondisi 42 rumah warga terdampak gempa rusak parah di Kecamatan Cilograng. Sementara kebutuhan mendesak adalah bahan bangunan.

“Kebutuhan pokok saat ini adalah bahan bangunan, terutama genteng dan semen, sementara warga terdampak tinggal bersama sanak keluarga masing-masing. Untuk bantuan yang belum dikoordinasikan bagi warga terdampak adalah makanan dan logistik lainnya,” terang Mulyadi.

PKPU Human Initiative telah mengirim Tim Rescue untuk melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

“Saat bencana terjadi, kami segera terjun ke lokasi terdampak untuk melakukan koordinasi dengan BPBD dan relawan setempat,” terang Koordinator Tim Rescue PKPU Human Initiative, Subur Rohjinawi.

Subur menerangkan, respon selanjutnya yang akan dilakukan oleh Tim Rescue PKPU-HI adalah assessment wilayah terdampak di desa Sawarna Kec. Bayah serta mendistribusikan shelter kit.

Seperti yang diketahui, telah terjadi guncangan gempa berkekuatan 6,1 skala Richter pada Selasa, 23 Januari 2018.  Gempa tersebut sedikitnya telah merusak rumah penduduk di 5 daerah. Selain Lebak dan Pandeglang, Banten, kerusakan juga melanda Bogor, Cianjur, Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

Berdasarkan data sementara dari BNPB, ratusan rumah rusak akibat gempa tersebut. Di Kabupaten Cianjur, 8 pelajar SMK Tenggeung mengalami luka-luka dan 2 rumah rusak berat. Di Kabupaten Sukabumi, 9 rumah rusak ringan, 1 rumah rusak sedang, 1 masjid rusak berat, dan 2 fasilitas umum kesehatan rusak ringan. Di Kabupaten Bogor, sebanyak 7 rumah rusak berat dan 5 rumah rusak ringan. Di Banten, 115 rumah rusak, 1 masjid rusak, dan 1 puskesmas rusak.

PKPU Human Initiative bersama BPBD dan unsur lainnya masih melakukan pendataan dampak kerusakan. Dampak kerusakan akan bertambah seiring dengan pendataan yang dilakukan. (SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Lihat Juga

Presiden Jokowi Kunjungi Klinik IHA untuk Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Organization