Home / Berita / Internasional / Asia / Terkena Peluru Zionis di Kepalanya, Bayi Palestina Berusia Tiga Tahun Harus Dirawat Intensif

Terkena Peluru Zionis di Kepalanya, Bayi Palestina Berusia Tiga Tahun Harus Dirawat Intensif

(aa.com.tr/ar)

dakwatuna.com – Al-Quds. Yasser Abu ‘Aram, bayi Palestina berusia tiga tahun terbaring dalam perawatan intensif di rumah sakit Rafidia kota Nablus. Disebutkan, sebuah peluru dari pasukan zionis mengenai kepala Yasser yang saat itu tengah tertidur.

Menurut surat kabar Israel, Haaretz, Senin (22/01/2018) disebutkan, peluru menembus bagian atas kepala bayi dan bersarang di dalamnya. “Anak itu kemudian terbangun, menangis dan mengeluarkan darah. Tapi ia bisa tetap bersikap normal,” tambah Haaretz.

Menurut kesaksian kakek Yasser dikatakan, pada malam itu pasukan zionis menggelar latihan di dekat lokasi kejadian. Pada saat itu, bayi Yasser dan keluarga tengah berada di perkemahan di Samra Bedouin.

“Sekitar pukul satu dini hari aku mendengar suara tembakan dan salah satunya mengenai perkemahan. Lalu aku segera pulang dan mendapati ibu Yasser teriak histeris dan mengatakan: lihatlah ada darah di kepala anak,” lanjut sang kakek.

Sang kakek menambahkan, “Aku tidak yakin ia terkena peluru karena ia terbangun, dan tidak kehilangan kesadaran atau terjatuh ke lantai. Bayi itu bergerak seperti biasanya.”

Namun pada keesokan harinya, sang bayi beberapa kali muntah hingga dilarikan ke sebuah klinik terdekat. “Aku pikir ia muntah karena makanan yang dimakannya. Ada lubang kecil di kepalanya dan kami pikir itu disebabkan oleh jarum atau batu dari rumah,” tutur sang kakek.

Masih menurut sang kakek, Yasser terus mengeluarkan darah dan hingga dua kemudia luka-lukanya tidak berhenti. “Baru dua hari kemudian aku membawanya ke Tubas dan mereka mengatakan kemungkinan luka itu disebabkan oleh peluru. Setelah dilakukan foto rontgen baru jelas bahwa ada peluru bersarang di dalam kepala Yasser,” imbuhnya.

Sementara itu, pihak zionis mengakui ada latihan militer di sekitar tempat kejadian. Selain itu mereka juga menyebut investigasi terkait hal itu tengah berlangsung.

Lebih lanjut disebutkan, pihak zionis menawarkan diri untuk membantu pengobatan Yasser. Namun, sang kakek menolak bantuan apapun dari zionis Israel. (whc/dakwatuna)

Sumber: Anadolu Ajansı Arabıc

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Dari Moskow, Abbas Tolak Mediasi Perdamaian Washington