Home / Berita / Silaturahim / Ibu Dua Anak yang Pertaruhkan Hidup di Makassar, Terima Bantuan Lapak Berkah IZI

Ibu Dua Anak yang Pertaruhkan Hidup di Makassar, Terima Bantuan Lapak Berkah IZI

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Mba Dini saat menerima bantuan lapak berkah dan modal usaha dari Lembaga Amil Zakat Nasional Inisiatif Zakat Indonesia Sulawesi Selatan. (Ricky/IZI)

dakwatuna.com – Makassar.  Sri Wahyuni atau sering disapa Mba’ Dini adalah seorang janda berprofesi sebagai penjual nasi kuning yang penghasilanya tidak menentu. Saat ini Ibu Dini tinggal bersama dua anaknya di kontrakan yang sangat sederhana. Sejak di tinggal mati suami tercintanya, kini Ibu Dini-lah yang menjadi tulang punggung keluarganya, mecarikan nafkah untuk dirinya dan kedua anaknya.

Saat matahari pagi mulai menyapa, Ibu Dini dan anaknya menyiapkan makanan untuk warung Nasi Kuningnya. Warung ini terletak di pinggir Jalan Emmy Saelan – Rappocini Makassar. Beberapa pelanggan setia yang kebanyakan tukang bentor, anak-anak dan ibu-ibu sudah berdatangan. Mereka antri di warung sederhana yang hanya berdiri dipinggir jalan raya dengan atap terpal.

Ibu Dini memulai menjual nasi kuning ketika suaminya meninggal dan dirinya tidak punya keluarga di Makassar. Janda dua anak ini adalah orang Jawa Timur yang merantau ke Makassar, awalnya beliau sempat putus asa tidak bisa membiayai anak-anaknya yang masih kecil, akan tetapi dengan jiwa yang optimis dirinya memulai menjual nasi kuning keliling.

Satu tahun kemudian Ibu dini bisa membeli gerobak dan Alamdulilah bisa menetap menjual nasi kuning setiap paginya.

Salah satu kunci yang menjadi ciri khas Ibu Dini menjual nasi kuningnya setiap pagi, selalu menyapa pelanggannya dengan senyuman hangat. Dan satu  lagi, dengan menyisihkan sebagian keuntungannya setiap hari untuk disedekahkan.

“Sedikit tapi berkah, karena kekayaan tidak diukur dari banyaknya harta yang kita miliki, tetapi seberapa mampu yang kita beri kepada orang yang tidak punya. Miskin bukan berarti tidak punya apa-apa, kaya bukan berarti punya segalanya.” Papar Ibu Dini yang sempat meneteskan air mata saat menerima bantuan lapak berkah dan modal usaha dari Lembaga Amil Zakat Nasional Inisiatif Zakat Indonesia Sulawesi Selatan. (SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar

Lihat Juga

Kemudahan Donasi Zakat Lewat Situs Bookingberkahramadhan.com

Organization