Topic
Home / Berita / Internasional / Asia / [Video] Bentrokan dengan Pasukan Zionis, Dua Pemuda Palestina Syahid

[Video] Bentrokan dengan Pasukan Zionis, Dua Pemuda Palestina Syahid

Tindakan represif pasukan zionis. (aljazeera.net)

dakwatuna.com – Al-Quds. Setidaknya dua pemuda Palestina meninggal dunia dan 689 lainnya terluka akibat bentrokan dengan pasukan zionis di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Menurut laporan, bentrokan ini terjadi pada Jumat (22/12/2017) kemarin.

Jurnalis Aljazeera, Sameer Abu Shamala melaporkan, dua pemuda Palestina syahid terkena peluru pasukan zionis, yaitu Zakaria al-Kafarneh dan Mohamed Mohsen. Al-Kafarneh meninggal saat bentrokan di titik militer Israel, Nahal Oz, di Timur Gaza, sementara Mohsen meninggal di Jabalya utara Gaza.

Abu Shamala menambahkan, tiga Jumat beruntun pasca klaim Trump terkait Al-Quds, terjadi demonstrasi besar-besaran di seluruh wilayah Palestina. Untuk menghadapi demonstran, pasukan zionis dipersenjatai dengan senapan angin, peluru karet dan gas air mata.

Tak hanya itu, lanjut Abu Shamala, pasukan zionis juga menargetkan para jurnalis dan kru ambulans. Sementara Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan, tim mereka tengah menangani 65 korban peluru angin, 111 korban peluru karet, 442 korban gas air mata, dan 71 lainnya belum diperinci. Semua itu merupakan korban dari Gaza dan Tepi Barat.

Para pemuda Palestina tampak menuju ke pagar perbatasan yang memisahkan antara Gaza dan wilayah zionis. Mereka menyerang pasukan zionis dengan batu dan membakar ban.

Pasukan zionis juga tampak memusatkan perhatian mereka ke pintu masuk Kota Tua Al-Quds selama tiga pekan terakhir. Mereka juga memasang penghalang di Bab al-Amoud di Kota Tua.

Namun, tindakan tersebut tidak menghentikan langkah 45 ribu rakyat Palestina untuk menggelar Shalat Jumat di Masjidil Aqsha. Sementara ratusan massa tampak menggelar aksi di pelataran Masjid, sebagai protes terhadap klaim sepihak Trump.

Hari Jumat kemarin, merupakan aksi yang digelar untuk menyambut hasil sidang Majelis Umum PBB. Seperti diketahui 128 negara dari 193 anggota menolak keputusan dan klaim Trump, dan menyebut tindakan Presiden AS itu ilegal. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Komunitas Muslim Jerman Minta Aparat Jaga Seluruh Masjid

Figure
Organization