Home / Berita / Internasional / Eropa / Inggris Desak Rusia Berhenti Usik Eropa

Inggris Desak Rusia Berhenti Usik Eropa

Inggris dan Rusia.

dakwatuna.com – Moskow. Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris, Boris Johnson, mengadakan pembicaraan dengan Menlu Rusia, Sergey Lavrov, di Moskow, Jumat (22/12/2017). Dalam kesempatan tersebut, Johnson meminta Rusia untuk berhenti mengusik stabilitas dan keamanan Eropa. Disebutkan, kunjungan Johnson ke Rusia merupakan yang pertama kali bagi Menlu Inggris sejak lima tahun terakhir.

“Hubungan kita dengan Rusia tidak mungkin berlanjut jika mereka terus mengacaukan negara-negara Eropa, termasuk Ukraina,” kata Johnson, seperti dilansir Aljazeera.net.

Ia menambahkan, dialog sangat penting bagi keamanan internasional agar terhidar dari kesalahpahaman. Terkait kunjungannya kali ini, ia menyebutnya dalam rangka menemukan solusi bersama untuk berbagai tantangan global yang paling mendesak.

Johnson melanjutkan, dirinya hendak membahas kerja sama untuk mempertahankan kesepakatan nuklir Iran. Selain juga langkah untuk menghadapi ancaman Korea Utara, serta aturan keamanan dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2018 di Rusia.

Sebelumnya, Jubir Menlu Rusia Maria Zakharova menyatakan, keputusan untuk mengurangi dialog antara kedua negara diambil pihak London. Menurutnya, keputusan tersebut sama sekali tidak memiliki dasar dan sangat tidak pantas.

Beberapa waktu yang lalu, Zakharova disebut melayangkan kecaman terhadap Johnson. Katanya, “(Johnson, red) tidak memiliki profesionalisme.” Ia juga mengkritik Johnson dalam masalah Suriah.

Kunjungan Johnson ke Rusia terjadi di tengah perselisihan kedua negara dalam beberapa hal. Terbaru, Inggris dan Rusia disebut berbeda pendapat dalam masalah Ukraina dan Suriah. Rusia juga membantah tudingan yang menyebut Moskow terlibat dalam sejumlah perpolitikan di negara-negara Eropa. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Rusia, Qatar hingga Cina Dinilai Cocok Jadi Mitra Baru Turki Gantikan AS

Organization