Home / Berita / Opini / Pelajaran dari Mr. Donald Trump

Pelajaran dari Mr. Donald Trump

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Presiden AS, Donald Trump. (Aljazeera.net)

dakwatuna.com – Mayoritas umat Islam yang tak henti-hentinya menyuarakan pernyataan dan gerakan dorongan atau dukungan terhadap Rakyat Palestina. Yerusalem atau al-Quds adalah ibukota Palestina. selain itu, sebagai wujud penolakan atas kebijakan pemerintah Amerika melalui presidennya Mr. Donal Trump.

Di balik semua gonjang-ganjing akan viralnya pernyataan dan keputusan yang diambil oleh Amerika melalui Presiden Donal Trumpnya, setidaknya umat muslim dunia perlu berterima kasih atas keputusan sepihak tersebut, konteks terima kasih di sini dimaksudkan sebagai nilai-nilai pelajaran atau positif yang bisa kita ambil dari sebuah peristiwa yang telah terjadi. Setidaknya ada beberapa nilai positif dari peristiwa atau pernyataan kontroversial, di antaranya:

  1. Umat Islam diuji persatuannya dan kesamaan tanggapannya

Salah satu nilai positif yang dapat kita ambil sebagai umat Islam atas pernyataan dan keputusan sepihak tersebut yakni seakan menguji atau memancing reaksi apakah umat Islam bersatu untuk menanggapi pernyataan ini? Apakah umat Islam responsif atas pernyataan tersebut?

Mr. Donal Trump seakan menguji dan ingin mengetahui respon terhadap seluruh umat Islam di dunia. Apakah keputusan Amerika itu akan menimbulkan tanggapan atau reaksi keras dari negara-negara dan umat Islam pada umumnya di seluruh dunia ini, ataukah hanya respon biasa yang tak sampai kepada gerakan perlawanan karena belum bersatunya negara-negara Islam di dunia.

Untuk itu kita sebagai umat Islam, harus bersatu dan cepat tanggap merespon dan menyatakan sikap atas klaim kontroversial sepihak tersebut.

Jangan biarkan masalah-masalah kecil internal terus menjadi bumerang dan memecah belah umat sehingga menjadi penghalang dan melupakan kita untuk memperhatikan permasalahan besar sebagai wujud penjagaan kewibawaan Islam ini. Umat Islam tentu harus berhenti dari gejolak perpecahan internal yang akan membuat pihak-pihak luar menari dan tertawa di atasnya.

Umat Islam harus bangkit dalam menggalang opini, membangun perekonomian dari kemiskinan, dan tumbuh bersama dalam memupuk kesadaran politik dari ketidakpedulian dan sikap apatis. Umat ini, dulunya sangatlah dihargai dan disegani oleh semua kalangan, termasuk dari umat agama lain di seluruh dunia ini. Oleh karenanya, masalah klaim Israel atas kota Yerusalem atau Al-Quds ini tentu tidak bisa kita anggap sepele atau sebelah mata, karena banyak indikator variabel yang mempengaruhinya, salah satunya adalah menyindir issu sensitif persatuan yang sudah lama diperjuangkan para pejuang Islam.

Tugas kita sebagai umat untuk terus mengandrungkannya, menjaga dan mempertahankannya. Jangan biarkan umat ini kembali dilecehkan dan kehilangan wibawanya dengan sebuah insiden atau kejadian yang kontroversi.

  1. Umat Islam diuji dan diingatkannya kembali akan isu Palestina

Selain masalah persatuan umat yang diuji, masalah lainnya adalah masalah Palestina. Umat Islam di seluruh dunia diingatkan kembali akan issu Palestina bahwa ini adalah tanggung jawab bersama Umat Islam seluruh dunia. Umat ini mungkin lupa bahwa Palestina dan al-Quds adalah isu sentral yang harus menjadi perhatiannya. Kita mungkin lupa bahwa sampai saat ini Palestina belum mencapai kemerdekaan yang hakiki dari penjajahan Zionis Israel.

Untuk itu, dengan adanya insiden tersebut, tentu membuka hati kita dan seluruh Umat Islam di dunia, bahwa Palestina dan al-Quds memanggil kita untuk terus diperjuangkan dan diselesaikan permasalahannya. Masalah al-Quds dan al-Aqsa bukan hanya masalah rakyat Palestina, tapi menjadi kewajiban individual seluruh umat Islam di dunia.

Setidaknya keputusan Amerika yang jelas mendukung Zionis Israel tersebut kembali menyadarkan kita semua bahwa Palestina masih butuh dukungan kita, bahwa Issu Palestina dan simbol suci Islam di dalamnya belumlah berakhir, kembali mengingatkan dan menyadarkan kita semua, bahwa luka besar rakyat Palestina yang menjadi korban atas kebringasan Zionis Israel tidak bisa kita lupakan. Perjuangan mereka tentu harus kita hargai dengan terus berupaya dalam mewujudkan tujuannya demi Palestina Merdeka.

Untuk itu, mari kita terus bantu dan memberi dukungan untuk kedaulatan Palestina sebisa ikhtiyar yang kita lakukan dengan gagasan, materi, atau tindakan nyata dalam melawan Zionis Israel dan membela Palestina dan al-Aqsa tercinta.

  1. Umat Islam diuji kesetiaannya dalam membela agamanya sendiri

Nilai yang bisa kita ambil lainnya dari kontroversial baru-baru ini adalah untuk menguji apakah umat Islam yang banyak itu masih memiliki ghirah dalam menjaga kemuliaan atau Izzatul Islam, karena selama ini tentu kita sadari bahwa umat ini sebetulnya sudah cukup banyak jika ditinjau dari segi kuantitasnya, akan tetapi dalam hal kesadaran untuk menjaga nilai-nilai Islam mungkin masih bisa dipertanyakan?

Buktinya mengapa sampai hal ini terjadi, selain karena masih lemahnya persatuan dan kurangnya kepedulian umat ini, faktor lain yang cukup menarik perhatian adalah masalah pengujian akan rasa kesadaran (ghirah) umat ini dalam menjaga Izzatul Islam.

Sehingga dengan adanya peristiwa ini, semoga akan mampu kembali membangkitkan ghirah umat muslim untuk peduli dengan agamanya, untuk peduli dan memiliki rasa kepemilikan dalam menjaga nilai dan simbol-simbol Islam. Mungkin selama ini umat ini telah banyak lalai dan tak peduli dan memiliki rasa lagi dalam menjaga dan terus mempertahankan kemuliaan Islam Ini.

Terakhir, tentu kita berharap semoga Issu Palestina ini akan segera berakhir dengan cerita kemenangan di akhirnya, dengan ending kemerdekaan digenggamnya, melalui seluruh darah juang para syuhada yang telah memperjuangkannya, Insya Allah Palestina dan al-Quds akan kembali menjadi milik umat Islam sebagai hadiah kemenangan bersama. (saeful/dakwatuna.com)

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saeful Anwar
Mahasiswa Universitas Djuanda Bogor

Lihat Juga

Meski Kalah, Ternyata 64 Persen Warga Israel Ingin Operasi Militer di Gaza Lanjut