Home / Berita / Internasional / AS: Kondisi Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sangat Mengejutkan

AS: Kondisi Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sangat Mengejutkan

Etnis Rohingya diusir rezim Myanmar dari tanah kelahirannya. (islammemo.cc)

dakwatuna.com – Doha. Seorang Pejabat Amerika Serikat, menggambarkan situasi kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh sangat mengejutkan. Ia merasa, krisis kemanusiaan yang terjadi sangat tidak bisa dicerna akal sehat.

Simon Henshaw, Asisten Deputi Urusan Pengungsi dan Migrasi Kemenlu AS, menekankan pentingnya melindungi penduduk lokal kepada para pejabat dan tokoh sipil Myanmar. Selain itu, ia juga menyebut pentingnya melakukan investigasi yang adil terhadap pelanggaran HAM di negeri tersebut, seperti dilansir Aljazeera.net, Rabu (08/11/2017).

Selama kunjungannya ke Myanmar dan Bangladesh, Henshaw banyak bercengkrama dengan para pengungsi Rohingya di kamp pengungsian. Ia juga berhasil bertemu dengan para korban, mendengar cerita dan penderitaan mereka pasca pembakaran rumah-rumah mereka.

Penyerangan dan pembantaian oleh militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya kembali terjadi pada 25 Agustus lalu. Hingga saat ini, otoritas migrasi internasional menyebut jumlah pengungsi muslim Rohingya di Bangladesh mencapai 820 ribu jiwa. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...
William Ciputra

William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma’had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.

Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma’had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Dunia Masih Menanti Pengumuman Resmi Trump Terkait Status Al-Quds