Topic
Home / Berita / Internasional / Washington Berharap Proses Pengadilan di Saudi Penuh Keadilan dan Transparan

Washington Berharap Proses Pengadilan di Saudi Penuh Keadilan dan Transparan

Raja Salman dan Presiden Trump. (aljazeera.net)

dakwatuna.com – Washington. Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (Kemenlu AS), mendesak Riyadh untuk mengadili mereka yang ditangkap dalam kasus korupsi dengan adil dan transparan. Mereka juga mengaku, pihak Riyadh belum menginformasikan pada Washington terkait langkah-langkah yang diambil dalam perang melawan korupsi.

“Kami terus mendorong pemerintah Arab Saudi untuk mengadili para pejabat yang korup. Kami juga berharap hal itu akan berjalan dengan adil dan transparan,” kata Jubir Kemenlu AS, Heather Nauert, seperti dilansir Aljazeera.net Rabu (08/11/2017).

Nauert menambahkan, AS telah mendapat jaminan bahwa Saudi akan melakukan hal itu. Namun pejabat lain membantahnya dan menyebut belum ada jaminan apapund dari pemerintah Saudi.

Berkaitan dengan cuitan Trump di twitter dalam masalah ini, Nauert tidak berkomentar apapun. “Sebaiknya kalian langsung ke Gedung Putih atau ke Presiden terkait hal itu. Itu yang bisa saya katakan,” lanjutnya di hadapan wartawan.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump melalui akun twitternya menyebut percaya dengan apa yang dilakukan Raja Salman dan Putra Mahkota. “Mereka berdua tahu persis apa yang akan dilakukan,” kata Trump.

Trump menambahkan, “Saya sangat percaya pada Raja Salman dan Putra Mahkotanya, Muhammad bin Salman. Mereka berdua sangat mengerti apa yang mereka lakukan.”

Seperti diketahui, pada Sabtu (4/11/2017) seluruh masyarakat di Arab Saudi menyaksikan penangkapan besar-besaran terhadap pejabat mereka. Sebanyak 11 orang pangeran, sejumlah menteri, dan mantan menteri di kerajaan Arab Saudi tertangkap dengan tuduhan korupsi. Hal ini tidak pernah terjadi dalam sejarah kerajaan sejak berdirinya Arab Saudi. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Redaktur: William

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar

Lihat Juga

Di Hadapan Ivanka Trump, Tun Mahathir Kecam Keras Amerika Serikat

Figure
Organization