Home / Berita / Silaturahim / PKPU Human Initiative Jateng Ajak Anak– Anak Yatim Wisata Sambil Belajar Tenun dan Ukir di Jepara

PKPU Human Initiative Jateng Ajak Anak– Anak Yatim Wisata Sambil Belajar Tenun dan Ukir di Jepara

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Wisata Edukasi. Anak-anak yatim yang biasa disebut oleh PKPU HI sebagai Anak Tangguh, pada Ahad 15 Oktober 2017 . (Maryo PKPU HI Jateng)

dakwatuna.com – Menyambut bulan Muharrom,  agenda rutin tahunan yang diselenggarakan PKPU HI Jateng untuk membahagiakan dan sarana belajar untuk anak–anak yatim adalah Wisata Edukasi. Anak-anak yatim yang biasa disebut oleh PKPU HI sebagai Anak Tangguh, pada Ahad 15 Oktober 2017 berwisata edukasi di pantai Bandengan setelah sebelumnya belajar menenun di daerah Tenun Troso dan menyaksikan seni ukir di Mulyoharjo,  lokasi acara ini di Kabupaten Jepara.

Anak – anak yatim non panti yang berjumlah 40 anak ini berasal dari  3 wilayah, yaitu Kecamatan Banyumanik , Gayamsari dan Semarang Selatan, Kota Semarang.

Tepat pukul 07.30 rombongan wisata edukasi berangkat dari kantor PKPU Jateng menuju Jepara. Tujuan pertama wisata edukasi ini yaitu di pengrajin tenun Troso, di lokasi ini anak – anak disambut oleh pemilik galeri tenun Limo Troso, di sambung dengan acara pembukaan.
Wisata edukasi yatim ini dibuka langsung oleh Kepala Cabang PKPU HI Jawa Tengah M. Surur, dalam sambutannya beliau  menyampaikan, “ PKPU HI sangat senang dan mengapresiasi keikutsertaan anak –anak yatim dalam program wisata edukasi ini, semoga anak – anak dapat belajar dan bermain dengan gembira, bisa berwisata sekaligus belajar dan mengenal tentang produk-produk unggulan Jawa Tengah”.

Sebelum memasuki ruangan produksi kain tenun Limo Troso, anak – anak di berikan penjelasan oleh ibu Endang pemilik galeri tenun, tentang tahapan tahapan pembuatan kain tenun. “ Pertama adalah penyiapan benang yang akan di tenun, dibentuk pola dan pewarna. Setelah benang kering benang di pintal atau di gulung di jarum jarum yang akan di gunakan untuk menenun. Tahap akhir adalah pembuatan kain tenun mengunakan peralatan sederhana. Setiap satu orang dalam seharinya dapat menghasilkan kain tenun sepanjang 2 – 4 meter tergantung dengan kesulitan motif yang di buatnya”. Tutur Ibu Endang.

Perjalanan selanjutnya berkunjung ke sentra ukir di Mulyoharjo, anak – anak dapat melihat pembuatan dan jenis – jenis ukiran di sentra ukir jepara ini. Di sentra ini anak – anak belajar bagaimana membuat ukiran sehingga menjadi ukiran yang bagus dan bernilai jual tinggi.

Agenda terakhir anak- anak diajak bermain ke pantai Bandengan. Di pantai ini anak anak berenang di tepian pantai, bermain perahu-perahu kecil dengan mengunakan pelampung. Anak – anak sangat bergembira dapat bermain ke pantai bandengan ini karena pantai ini berpasir putih , selain itu ombaknya yang tidak besar dengan tepian pantai yang sangat luas dan dangkal membuat anak-anak nyaman bermain air tanpa ada rasa takut. Di akhir acara, kak Putri selaku pemandu wisata edukasi memberikan pesan kepada para peserta untuk tetap semangat belajar, bagaimanapun keadaan mereka  bukan halangan untuk menjadi pribadi yang sukses, yang mempunyai sejuta mimpi seperti layaknya anak-anak yang lain. Sekaligus memberikan games berhadiah disepanjang perjalanan pulang menuju semarang

Semoga anak-anak yatim ini menjadi anak-anak yang tangguh, yang kelak akan menemukan peran terbaiknya dalam kehidupan. Terima kasih kepada segenap donatur yang sudah memberikan dukungan terbaiknya sehingga terselenggara acara ini dengan baik.
( Maryo PKPU HI Jateng)

Advertisements

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Lihat Juga

PKPU-HI: Menyelamatkan Rohingya, Perlu Program Berkelanjutan