Home / Berita / Internasional / Myanmar Bantah Lakukan Pembersihan Etnis

Myanmar Bantah Lakukan Pembersihan Etnis

Salah Satu Sidang DK PBB. (aljazeera.net)

dakwatuna.com – New York. Penasihat Keamanan Myanmar, angkat bicara soal perlakuan negaranya terhadap Muslim Rohingya. Menurutnya, tindakan itu bukanlah pembersihan etnis (genosida) sebagaimana yang ramai dibicarakan.

“Myanmar adalah salah satu negara yang paling beragam secara etnik,” katanya, seperti dilansir dari Aljazeera.net, Jumat (29/09/2017). Hal ini ia sampaikan dalam pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang untuk pertama kalinya digelar membahas tragedi Rohingya.

Ia melanjutkan, “Situasi yang berkembang saat ini berhubungan dengan terorisme, bukan agama. Lebih dari 50% desa di Rakhine hidup damai bersama tetangga mereka, baik Hindu maupun Budha.”

Sementara itu, Jurnalis Al-Jazeera di New York melaporkan, dengan intervensi negara anggota DK membuat tekanan internasional pada Myanmar menguat. (whc/dakwatuna)

Sumber: Al-Jazeera

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...
William Ciputra

William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma’had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.

Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma’had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Pembukaan Kantor Aljazeera Network di Markas Departemen Pertahanan AS