Home / Berita / Internasional / Kamis Sore, DK PBB Gelar Pertemuan Pertama Bahas Tragedi Rohingya

Kamis Sore, DK PBB Gelar Pertemuan Pertama Bahas Tragedi Rohingya

Pengungsi Rohingya di Perbatasan Bangladesh (ACT)

dakwatuna.com – New York. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), dijadwalkan menggelar pertemuan terbuka, Kamis (28/09) mendatang. Pertemuan ini merupakan yang pertama kali digelar untuk membahas pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat yang menimpa Muslim Rohingya di Provinsi Rakhine, Myanmar.

Dilansir dari Aljazeera.net, Selasa (26/09/2017), hal itu sebagaimana pernyataan pers Ketua DK PBB, Tekeda Alemu, pada Senin kemarin. Alemu merupakan Duta Tetap Etiopia di PBB, yang mana negaranya mendapat giliran memimpin DK.

Menurut Alemu, Sekjen PBB Antonio Guterres akan memberikan pernyataan pada pertemuan tersebut. Pertemuan yang rencanaya digelar sore hari itu, tambahnya, berasal dari desakan Inggris, Prancis, Amerika Serikat, Kazakhstan, Mesir, Swedia dan didukung oleh Italia.

Selama ini, PBB menyebut kekerasan militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya adalah tindakan pembersihan etnis (genosida). Disebutkan, sejauh ini operasi militer mengakibatkan puluhan ribu orang tak berdosa terbunuh dan mengungsi. Bahkan, sejak 25 Agustus saja, tercatat sudah 436 ribu muslim Rohingya yang lari ke Bangladesh.

Menurut para diplomat, DK telah menyiapkan sikap resmi jika keadaan tidak membaik. Namun mereka pesimis langkah yang lebih tegas dapat diadopsi mengingat ada hak veto yang dipegang oleh Tiongkok dan Rusia.

Seperti diketahui, setiap resolusi DK memerlukan persetujuan dari 9 negara anggota. Dengan catatan, lima anggota (AS, Rusia, Inggris, Prancis dan Rusia) sepakat dan tidak menggunakan vetonya.

Sementara itu, pihak Myanmar pada bulan ini menegaskan, pihaknya telah menjalin negosiasi dengan Rusia dan Tiongkok. Tujuannya agar tindakan mereka terlindungi dari segala resolusi DK PBB. (whc/dakwatuna)

Sumber: Al-Jazeera

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...
William Ciputra

William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma’had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.

Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma’had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Ditekan AS, Menteri Zionis Gelar Pertemuan dengan PM Palestina