Home / Berita / Internasional / Asia / [Video] Tiba di Doha, Emir Qatar Disambut Meriah Rakyatnya

[Video] Tiba di Doha, Emir Qatar Disambut Meriah Rakyatnya

dakwatuna.com – Doha. Emir Qatar, Syaikh Tamim bin Hamad Al Tsani, mendapat sambutan hangat dari rakyatnya saat tiba di Doha, Ahad (24/09/2017). Syaikh Tamim mendarat di Bandara Internasional Doha, setelah melakukan kunjungan luar negeri ke beberapa negara seperti Turki, Jerman, Prancis dan New York.

Dilansir dari Aljazeera.net, kunjungan luar negeri Emir berakhir dengan mengikuti Sidang Umum PBB ke-72 di New York. Dalam pidatonya, ia mencela pemboikotan atas negaranya, serta menegaskan kesiapan untuk berdialog dengan asas saling menghormati kedaulatan masing-masing.

Tampak ribuan rakyat berkumpul di  Km 10 Corniche Doha untuk menyambut Emir Tamim. Mereka membawa bendera Qatar dan spanduk serta pamflet penyambutan. Sementara itu, Emir Tamim juga tampak beberapa kali turun dari mobil untuk menyambut kerumunan rakyat yang telah menunggunya.

Koresponden Al-Jazeera melaporkan, rakyat Qatar ingin membalas salam yang disampaikan sang Emir dalam pidatonya di Sidang Umum PBB. Pada kesempatan itu, Emir menyampaikan salam dan apresiasi kepada rakyat dan penduduk Qatar atas kesabaran mereka menghadapi pemboikotan.

Sambutan ini tak hanya dilakukan rakyat Qatar saja. Bahkan sejak turun dari pesawat, Emir Tamim sudah mendapat sambutan dari para pejabat tinggi Qatar yang telah berkumpul di Bandara.

Selain itu, warganet Qatar juga menyambut Emir yang mereka cintai itu di jagat maya. Mereka ramai-ramai menggunakan tagar #كل_قطر_تستقبل_تميم”” (Qatar Menyambut Tamim).

Penyambutan ini sebagai bentuk dukungan rakyat Qatar pada pemimpin mereka. Mereka bangga dengan pemimpin dan kebijakannya dalam menghadapi pemboikotan yang telah berlangsung kurang lebih empat bulan itu.

Sebelumnya, saat berpidato di Sidang Umum, Emir Tamim menyebut negara-negara pemboikot mencoba merusak stabilitas negaranya. Menurutnya, itu dilakukan dengan memberi tekanan warga sipil melalui bahan pangan, obat-obatan dan pemutusan hubungan.

Syaikh Tamim melanjutkan, negara-negara pemboikot tidak hanya mengintervensi Qatar saja. “Mereka mengintervensi urusan dalam negeri banyak negara. Selain itu juga mengecap setiap yang melawan mereka, baik dari dalam maupun luar, sebagai teroris. Yang demikian merugikan kampanye perang pada terorisme,” katanya. (whc/dakwatuna)

Sumber: Al-Jazeera

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra

William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma’had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.

Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma’had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Jerman: Pemboikotan Qatar Ganggu Pembangunan dan Pemberantasan Terorisme