Home / Berita / Internasional / Sidang Umum PBB ke-72, Amir Qatar: Negara Pemboikot Berupaya Usik Stabilitas

Sidang Umum PBB ke-72, Amir Qatar: Negara Pemboikot Berupaya Usik Stabilitas

Amir Qatar, Syaikh Tamim bin Hamad Al Tsani. (aljazeera.net)

dakwatuna.com – New York. Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-72, masih berlangsung. Banyak hal disampaikan oleh para pemimpin negara-negara saat berpidato. Di antaranya Amir Qatar, Syaikh Tamim bin Hamad Al Tsani, yang bersuara terkait pemboikotan terhadap negaranya.

Dilansir dari Aljazeera.net Rabu (20/09/2017), Al Tsani menyebutkan, negara-negara pemboikot telah mengintervensi urusan internal negaranya. Selain itu, tambahnya, mereka juga berupaya mengusik stabilitas negara berdaulat.

“Ini adalah kali pertama aku berdiri di sini sementara negara dan rakyatku menghadapi pemboikotan yang dilakukan negara tetangga sejak 05 Juni lalu,” kata Syaikh Tamim Al Tsani di hadapan sekira 130 pemimpin negara.

Syaikh Tamim menambahkan, negara pemboikot menekan warga sipil dengan makanan, obat-obatan dan hubungan silaturahin. Tujuannya adalah untuk mengusik stabilitas negara berdaulat. Tindakan yang demikian, lanjutnya, merupakan salah satu ciri dari terorisme.

Pemboikotan, tambahnya, dilakukan secara tiba-tiba tanpa peringatan. Itulah yang membuat rakyat Qatar menganggapnya sebagai bentuk pengkhianatan.

“(Negara pemboikot) berharap pemboikotan akan berdampak kumulatif terhadap laju ekonomi dan masyarakat negaraku. Meskipun telah gagal dalam memberi dampak secara langsung,” lanjutnya.

Syaikh Tamim melanjutkan, negara-negara pemboikot tidak hanya mengintervensi Qatar saja. “Mereka mengintervensi urusan dalam negeri banyak negara. Selain itu juga mengecap setiap yang melawan mereka, baik dari dalam maupun luar, sebagai teroris. Yang demikian merugikan kampanye perang pada terorisme,” katanya.

Meski begitu, Amir Qatar juga kembali menyeru negara pemboikot untuk “berdialog tanpa syarat dengan saling menghormati kedaulatan.” Ia juga mengapresiasi upaya mediasi oleh Amir Kuwait.

Selain itu, Amir Qatar juga menyebut negaranya berhasil menghadapi pemboikotan. Katanya, “(Qatar) mengelola kehidupan, ekonomi dan rencana pemboikotan, serta beinteraksi dengan dunia luar dengan sukses. Semua berkat adanya penyeberangan laut yang tidak dapat disentuh oleh negara-negara ini (pemboikot, red).”

Syaikh Tamim juga mengungkapkan kebanggaannya pada rakyat dan penduduk Qatar atas ketabahan mereka. (whc/dakwatuna)

Sumber: Al-Jazeera

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra

William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma’had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.

Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma’had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Turki – Qatar; 15 Pertemuan dan 40 Kesepakatan dalam 39 Bulan