Home / Berita / Internasional / Tragedi Rohingya, Ini Upaya Penyelesaian yang Ditempuh Turki

Tragedi Rohingya, Ini Upaya Penyelesaian yang Ditempuh Turki

Pengungsi Rohingya di Perbatasan Bangladesh (ACT)

dakwatuna.com – Ankara. Berbagai upaya ditempuh Republik Turki untuk mencari jalan keluar atas krisis di Rakhine, Myanmar. Seperti diketahui, akhir bulan lalu militer Myanmar kembali melancarkan pelanggaran berat terhadap hak-hak Muslim di sana.

Turki tidak hanya lantang menyuarakan hak-hak Muslim Rohingya di seantero dunia. Lebih dari itu, mereka juga melakukan langkah-langkah nyata untuk penyelesaian krisis. Di antaranya gerakan diplomatik skala besar, komunikasi telepon, pemberian bantuan, kunjungan resmi serta tindakan nyata dari organisasi sipil.

Dalam hal saluran telepon resmi, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, menelepon langsung pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi. Dengan peraih Nobel Perdamaian itu, Presiden Erdogan menegaskan pentingnya menghindari penggunaan kekerasan terhadap warga sipil.

Dalam pembicaraan tersebut, Presiden Turki itu juga menyebut krisis yang terjadi menimbulkan keprihatinan mendalam pada Dunia Islam. Kedua pihak juga membicarakan kemungkinan penyaluran bantuan kemanusiaan dan penyelesaian konflik.

Pada kesempatan itu, Presiden juga menyebut Turki mengecam terorisme dan segala operasi yang menyasar warga sipil. Menurutnya, krisis yang terjadi di Myanmar merupakan krisis kemanusiaan berat yang memprihatinkan dan mengundang amarah.

Selain dengan Suu Kyi, Presiden Turki juga menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait. Di antaranya Sekjen PBB Antonio Gueterres dan Presiden Bangladesh Muhammad Abdul Hamid.

Selain Presiden, upaya serupa juga dilakukan Menlu Turki, Mevlut Covusoglu. Dalam beberapa hari terakhir, Covusoglu mengontak para Menlu dari Malaysia, Indonesia dan Iran. Selain itu juga dengan Mantan Sekjen PBB, Kofi Annan, yang merupaka Ketua Misi PBB untuk Rohingya.

Terkait pemberian bantuan, Presiden Erdogan menyebutkan, negaranya telah mengirimkan bantuan ke Myanmar. Menurutnya, bantuan disalurkan melalui Bulan Sabit Merah Turki dan Penanggulangan Darurat dan Bencana (AFAD).

“(Kami, red) terus mengirimkan bantuan bagi mereka (Rohingya), meskipun manusia diam atas pembantaian itu,” tegas Erdogan dihadapan rakyatnya di Istanbul.

Presiden menambahkan, “Hari Raya (Idul Adha, red) telah berlalu, dan dunia Islam masih bergelut dengan konflik baik internal maupu eksternal.”

Selain itu, Presiden juga berjanji akan membawa permasalahan Muslim Rohingya ini ke Majelis Umum PBB. Rencananya, Majelis Umum akan digelar pada 19 September mendatang.

“Sebagai Ketua Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), aku telah berkomunikasi dengan sekira 20 pemimpin di dunia. Tentunya untuk membahas permasalahan ini. Tentu saja ada pemimpin yang membahas bersama kita hingga membuahkan hasil, tapi tidak semua pihak memiliki kepekaan yang sama. Sedangkan kita, akan tetap menjalankan apa yang jadi tugas kita,” katanya lagi. (whc/dakwatuna)

Sumber: Anadolu Ajansı Arabic

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Alumni Mahad Aly An-Nuaimy Jakarta

Lihat Juga

Bersama Erdogan, Turki Menjelma Jadi “Negara Berkemanusiaan”