Home / Berita / Internasional / Uji Coba Nuklir Bom Hidrogen Korut Tuai Kecaman Luas dari Dunia Internasional

Uji Coba Nuklir Bom Hidrogen Korut Tuai Kecaman Luas dari Dunia Internasional

Presiden Korut, Kim Jong-un. (aljazeera.net)

dakwatuna.com – Doha. Uji coba bom hidrogen oleh Korea Utara (Korut), Ahad (03/09/2017), menuai reaksi penolakan dari dunia internasional. Korea Selatan dan Prancis menuntut adanya respon keras,  Jepang menyerukan pemberlakuan sanksi baru, Rusia memperingatkan bahaya keamanan dari uji coba tersebut, sedangkan Tiongkok mengutuknya dengan keras.

Pemerintah Korea Selatan (Korsel), mendorong Korut untuk “diberi respon sekuat mungkin”. Termasuk pemberlakuan sanksi oleh Majelis Umum PBB dengan tujuan “mengisolasi sepenuhnya negeri tersebut”.

Penasihat keamanan nasional Korsel, Chung Yue-ying, menyebutkan Seoul dan Washington tengah membahas penggelaran aset militer strategis di Semenanjung Korea. Hal itu sebagai respon pengabaian Korut atas peringatan internasional dan uji coba terkuat yang pernah dilakukan pada hari ini.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyeru adanya respon secepat dan setegas mungkin. Menurut keterangan dari Kepresidenan disebutkan, Presiden Macron juga menginginkan adanya tanggapan yang terpadu dan jelas dari Uni Eropa (UE).

Sedangkan Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe, mengatakan bahwa dirinya mengarahkan kementerian terkait untuk mengumpulkan informasi intelijen yang kemudian disampaikan kepada rakyat. Selain itu, ia juga berkomunikasi dengan Amerika Serikat, Korsel dan Tiongkok.

“Uji coba terbaru Korut sangat tidak bisa diterima. Kita harus melakukan protes keras. Kami akan mengarahkan dewan keamanan nasional untuk menganalisis informasi intelijen,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Soga mengatakan, sanksi baru kepada Korut termasuk dengan pembatasan perdagangan hasil minyak bumi.

Dari Moskow, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melalui keterangannya mengatakan, “Ini ungkapan terkahir Pyongyang atas penghinaan mereka terhadap tuntutan resolusi DK PBB terkait dan norma hukum internasional. Ini layak mendapat hukuman paling keras.”

Pada gilirannya, Kemenlu Tiongkok juga melontarkankecaman keras. Mereka menuntut Pyongyang agas “berkomitmen dengan resolusi DK PBB serta menahan diri untuk melakukan tindakan yang memperburuk situasi di Semenanjung Korea.”

Kecaman demi kecaman datang beberapa jam setelah pengumuman keberhasilan Korut dalam uji coba nuklir bom hidrogen. Menurut laporan, sesaat sebelumnya terjadi guncangan berkekuatan 6,3 dan 5,6 skala richter di Korsel dan Tiongkok. (whc/dakwatuna)

Sumber: Al-Jazeera

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Cina Bertekad Jadi Pemimpin Energi Nuklir Dunia