Home / Berita / Internasional / Asia / Tragedi Rohingya, PM Turki: Kejahatan Kemanusiaan Terbesar Abad 21

Tragedi Rohingya, PM Turki: Kejahatan Kemanusiaan Terbesar Abad 21

Etnis Rohingya diusir rezim Myanmar dari tanah kelahirannya. (islammemo.cc)

dakwatuna.com – Istanbul. Perdana Menteri (PM) Turki, Binali Yildirim, menyebut tindakan kaum Budha terhadap Muslim Rohingya sebagai tindak pembantaian. Ini ia katakan dalam perayaan Idul Adha di Markas Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) di Istanbul, Sabtu (02/09).

“Pembantaian yang terjadi di Rakhine akhir-akhir ini, merupakan kejahatan kemanusiaan terbesar abad 21. Aku tidak bisa hanya menyebut pembantaian orang tak berdosa dan tak bersenjata hanya karena mereka Muslim, sebagai pembantaian saja,” katanya, sebagaimana dilansir dari trt.net.tr Ahad (03/09/2017).

PM Yilidirim melanjutkan, “Kita semua berharap akan perkembangan positif di wilayah itu pasca seruan Presiden Recep Tayyip Erdogan, dan pembahasan yang dilakukan dengan para pemimpi dunia.”

Dalam kesempatan tersebut, PM menyeru PBB dan masyarakat internasional untuk berperan aktif dalam menghentikan serangan terhadap Muslim Rohingya di Myanmar.

“Kredibilitas PBB akan diragukan jika mereka tidak melakukan apapun. Dalam hal ini menghentikan pembantaian Muslim di Rakhine. Orang-orang di sana dibunuh hanya karena keyakinan agama mereka dan karena mereka Muslim,” imbuhnya. (whc/dakwatuna)

Sumber: TRT News Arabic

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra

William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma’had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.

Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma’had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Pimpinan Rohingya Seru PBB agar Lindungi Muslim di Provinsi Rakhine Myanmar