Home / Berita / Nasional / Inspeksi Mendadak, Tim Pengawasan Haji Temukan Banyak Kekurangan

Inspeksi Mendadak, Tim Pengawasan Haji Temukan Banyak Kekurangan

dakwatuna.com – Wakil Ketua Komisi VIII, Iskan Qolba Lubis, bersama tim pengawasan haji DPR RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) penyelenggaraan haji di sektor 5 Kota Makkah. Dalam sidak itu menurutnya tim menemukan banyak kekurangan, antara lain terjadinya praktik rentenir terhadap jamaah haji dan banyaknya makanan basi.

“Kami kaget, ternyata selama ini terjadi praktik rentenir bagi jemaah haji yang ingin menukarkan uang Riyal. Kasus itu terjadi di kloter 47 JKS, yang ingin menukarkan uang Riyal pecahan 500. Untuk satu pecahan saja terkena potongan 80 Riyal, berarti kalau tiga pecahan akan terpotong 240 Riyal,”katanya di Makkah pada Selasa (22/8/2017)

Menurut Iskan, ternyata praktik rentenir itu juga terjadi di embarkasi lainnya. Seperti yang terjadi di embarkasi Medan, sesuai pengakuan salah seorang jamaah.

“Berdasarkan pengakuan jamaah haji kloter Medan, penukaran pecahan 500 hanya menerima 450 Riyal. Bahkan praktik semacam itu disinyalir atas sepengetahuan petugas tenaga musim haji di embarkasi tersebut,” katanya.

Menurut Iskan praktik rentenir tidak diperbolehkan apalagi dalam penyelenggaraan haji. Selain dilarang agama karena bersifat ribawi, praktik itu juga sangat menzalimi jemaah haji sendiri.

Menyikapi hal itu, menurut politisi PKS ini, komisi VIII akan meminta BI untuk menyiapkan pecahan 100 Riyal, sehingga memudahkan jemaah haji menukarkan uangnya. Selain itu, komisi VIII akan meminta Kementerian Agama melakukan investigasi di semua embarkasi sekaligus menindak para oknum pelaku.

Makanan Basi dan Tas Kualitas Rendah

Dalam sidak juga ditemukan beberapa kekurangan pelayanan terhadap jamaah haji, seperti kasus makanan basi di Madinah dengan jumlah yang sangat banyak, sekitar 6.400 box.

“Kasus basinya makanan jemaah haji dalam jumlah banyak menandakan lemahnya pengawasan makanan yang akan disajikan, terutama jenis  sayuran berkuah sehingga mudah basi,” katanya.

Selain itu, tim pengawasan juga menemukan rendahnya kualitas tas yang dibagikan kepada jamaah. Padahal tas merupakan identitas yang dilihat jamaah seluruh dunia.

“Jemaah dari Bandung mengeluh tas yang dibagikan kualitasnya rendah, sehingga cepat sobek. Padahal di tas tersebut terpampang identitas jamaah dan membuat Indonesia dipertaruhkan martabatnya di tengah jamaah lain dari seluruh dunia,” katanya. (sb/dakwatuna)

Advertisements

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Lihat Juga

Biaya Haji Tahun 2017 Ditetapkan Rp34,89 juta