Home / Berita / Internasional / Pemerintah Turki: Kami Menolak Terjadinya Perang Nuklir di Belahan Dunia Manapun

Pemerintah Turki: Kami Menolak Terjadinya Perang Nuklir di Belahan Dunia Manapun

Jubir Kepresidenan Turki. (aa.com.tr/ar)

dakwatuna.com – Ankara. Pemerintah Turki turut angkat bicara terkait ketegangan yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara (Korut) akhir-akhir ini.

Jubir Kepresidenan, Ibrahim Kalin menyampaikan, negara tidak menghendaki perang konvensional maupun nuklir terjadi di Kawasan maupun di seluruh belahan dunia.

Sebagaimana dilansir dari aa.com.tr/ar pada Kamis (17/08/2017), Kalin menegaskan bahwa negaranya yakin perang tidak akan memberi manfaat bagi kemanusiaan. Selain itu, tambahnya, perang juga tidak akan memberi kemakmuran di dunia.

Ketegangan AS – Korut, menurutnya, diawali dengan adanya kompetisi kekuatan antara Washington dan Beijing. Korut dan kegiatannya hanya sebagai salah satu unsur dari kompetisi itu, lanjutnya.

Kalin menjelaskan, “Kita jangan melihat yang sedang terjadi di Semenanjung Korea itu sebagai ketegangan antara Washington dan Pyongyang saja. Sejak waktu yang lama, Tiongkok telah berperan sebagai pelindung bagi Korut.”

“Hasilnya, Washington berusaha menghadapi ancaman Tiongkok di Kawasan tersebut, dengan membentuk koalisi sabit yang mencakup Korea Selatan, Jepang dan Vietnam,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jubir Turki itu mengungkapkan harapannya agar ketegangan AS-Korut dapat diredakan. Dengan begitu, tambahnya, kedua belah pihak dapat terhindar dari benturan senjata secara langsung.

Selain itu, Kalin juga menyebut bahwa negaranya tidak mendukung persebaran senjata nuklir baik di Timur Tengah maupun di seluruh dunia. (whc/dakwatuna)

Sumber: Anadolu Ajansı Arabic

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Alumni Mahad Aly An-Nuaimy Jakarta

Lihat Juga

Meksiko Usir Duta Besar Korea Utara