Home / Berita / Internasional / Asia / Erdogan Kembali Sebut Jerman Sembunyikan Teroris PKK

Erdogan Kembali Sebut Jerman Sembunyikan Teroris PKK

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (arabi21.com)

dakwatuna.com – Ankara. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyebut Jerman menyembunyikan teroris dari kelompok Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

Pernyataan Presiden Erdogan itu diungkapkannya dalam sebuah pertemuan Dewan Penasihat Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), sebagaimana dilansir TRT Arabic, Rabu (09/08/2017).

Saat membahas isu terorisme, Presiden Turki itu menyebutkan kejadian yang tidak mengenakkan pada bulan lalu di depan kantor Kanselir Jerman. Ia menyebutkan, ada seseorang yang membawa gambar dirinya, Raja Arab Saudi dan Presiden Rusia dengan tulisan berbunyi: “Siapa yang dapat membunuh para diktator ini, maka mobil ini sebagai hadiah.”

Erdogan melanjutkan, “Para polisi Jerman berada di sekitar lokasi kejadian di depan kantor Kanselir. Polisi Jerman melihat hal itu. Tapi apakah hal serupa terjadi di Turki? Tidak. Ada tiga juta warga Turki di Jerman sejak bertahun-tahun. Kejahatan apa yang kalian lihat? Jerman menyembunyikan para teroris itu.”

Presiden Erdogan juga menyampaikan, pihaknya telah mengirimkan 4500 berkas dakwaan teroris kepada Kanselir Jerman, Angela Merkel. Katanya, “Kami telah mengirim 4500 berkas, tapi belum ada respon sama sekali.”

Ia menambahkan, “Mereka meminta kita mengirimkan, tentunya mereka juga harus mengirim terorisi itu kepada kita. Mereka (Jerman, red) tidak mengirimkan teroris yang ada di sekitar mereka, tapi meminta teroris yang ada di daftar kita.”

“Jika kalian punya hukum, maka Turki juga punya hukum. Kami bertindak berdasarkan keputusan hukum. Inilah yang kami pahami, dan itu yang akan mereka pelajari,” pungkasnya. (whc/dakwatuna)

Sumber: TRT Arabic

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Kosongnya Kepemimpinan Global: Menakar Peluang Jerman dan Tiongkok