Home / Berita / Internasional / Trump: Jika Mengancam AS, Korea Utara Akan Hancur

Trump: Jika Mengancam AS, Korea Utara Akan Hancur

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

dakwatuna.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Selasa (8/8/2017) berkata, “Saya menegaskan kepada Korea Utara untuk tidak memberikan ancaman lebih lanjut kepada Amerika Serikat. Jika tetap bersikeras memberi ancaman, maka Korea Utara akan hancur dan mendapatkan kemarahan dari seluruh dunia.”

Trump menyampaikan hal ini ketika wawancara di lapangan golf pada waktu liburannya.

Kemarin (8/8/2017) Korea Utara mengancam AS dengan mengatakan bahwa Amerika akan membayar apa yang telah dilakukannya kepada mereka, seribu kali lipat. Lebih lanjut Korea Utara menegaskan, “Jika Amerika Serikat percaya mereka akan selalu aman, maka sesungguhnya mereka telah salah besar. Mereka (AS-red) akan berada dalam keadaan yang sangat buruk nantinya.” Sebagai penutup pernyataannya, Korea Utara menambahkan akan membuat perhitungan dengan negara-negara yang bekerja sama dengan Amerika Serikat.

Sanksi Baru untuk Korea Utara

Pada Sabtu (5/8/2017), Dewan Keamanan PBB telah sepakat untuk menjatuhkan sanksi baru kepada Korea Utara. PBB menjatuhkan sanksi ini setelah Korea Utara melakukan uji coba rudal antar benua berkali-kali. Sanksi tersebut adalah pemotongan jumlah ekspor Korea Utara dari sebelumnya 3 miliar dollar AS menjadi 2 miliar dollar AS saja.

Sanksi baru yang diberikan oleh Dewan Keamanan PBB ini mengharuskan pengajuan izin kerja baru bagi seluruh warga negara Korea Utara. Selain itu, sanksi baru ini juga melarang kerjasama perdagangan dengan Korea Utara. Hal ini juga meliputi larangan investasi bagi Korea Utara dengan seluruh perusahaan yang ada di bawah PBB.

Reaksi AS

Setelah jatuh sanksi kepada Korea Utara, Presiden Amerika melakukan pernyataan dalam twitternya dan berkata, “Dewan Keamanan PBB telah benar menjatuhkan sanksi kepada Korea Utara. China dan Rusia berdiri bersama kami (Amerika Serikat-red).”

Dalam sebuah konferensi pers, Gedung Putih Amerika mengumumkan bahwa Trump hanya memperkirakan dukungan dari China dan Rusia kepada Dewan Keamanan PBB di twitternya. Akan tetapi Gedung Putih tetap menegaskan bahwa Presiden Amerika Serikat berharap Rusia dan China mau bergabung dan bekerja sama mengawal sanksi dari PBB untuk Korea Utara.

Nikki Haley, Duta Besar Amerika untuk PBB memaparkan bahwa sanksi yang diberikan kepada Korea Utara belum cukup. Ia menyampaikan kepada seluruh anggota PBB yang lain untuk tidak merasa puas karena masalah belum selesai. (js/rassd/dakwatuna)

Sumber: Rassd.com

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Lihat Juga

Sebut Rusia Ancaman Serius, Presiden Prancis Ajak Eropa Bentuk Pasukan Bersama