Home / Berita / Nasional / Fadli Zon: Utang Pemerintah Mencapai Rekor Tertinggi dan Bisa Membahayakan Negara

Fadli Zon: Utang Pemerintah Mencapai Rekor Tertinggi dan Bisa Membahayakan Negara

dakwatuna.com-JAKARTA. Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengkritisi penambahan utang pemerintah, yang menurutnya mencapai agregat paling tinggi dibanding pemerintahan sebelumnya. Agregat penambahan utang juga yang tertinggi dilihat dari persentase atau waktu periode berkuasanya.

Fadli menyebutkan, selama 2,5 tahun pemerintahan Jokowi, utang Indonesia telah bertambah Rp1.062 triliun. Pertambahan ini hampir sama dengan jumlah utang periode kedua pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencapai Rp1.019 triliun.

“Artinya, pertumbuhan utang pemerintah saat ini bisa dikatakan luar biasa. Sejak Indonesia merdeka, inilah rekor utang tertinggi,” kata Fadli, dalam keterangan tertulisnya.

Politikus Gerindra itu merinci jumlah utang Indonesia pada akhir 2014, mencapai Rp2.604,93 triliun. Tapi pada akhir Mei 2017, jumlahnya menyentuh Rp3.672,33 triliun.

“Di tengah defisit anggaran yang kian membesar, utang yang akan jatuh tempo pada 2018 dan 2019, jumlahnya juga cukup besar. Masing-masing mencapai Rp390 triliun dan Rp420 triliun,” ujarnya.

Tak hanya sampai di situ, beban bunga utang luar negeri juga cukup besar. Sebagai gambaran, bunga yang dibayar pada 2016 adalah sebesar Rp182,8 triliun. Pada 2017, pembayaran bunga dianggarkan sebesar Rp221,2 triliun. Dilansir metrotvnews.com

Menurut dia, jika ini terus bertambah, akan membahayakan kedaulatan bangsa. “Kalau utang ini terus bertambah tentu akan membahayakan kedaulatan bangsa, kedaulatan negara. Banyak negara di beberapa belahan dunia yang terjerat karena utang, dead trap. Jebakan utang, dan saya kira ini yang tidak boleh terjadi dengan Indonesia,” kata Fadli Zon di Jakarta, Kamis (3/8).

Fadli mengingatkan, pemerintahan Jokowi perlu mengingat kembali janji-janjinya tentang semangat berdikari. Ia menilai semangat itu kini hanya menjadi retorika, sementara utang negara terus bertambah. Menurut Fadli, perhitungan belanja pemerintah, termasuk infrastruktur, harus mempunyai dampak ekonomi bagi masyarakat luas.

Wakil Ketua DPR RI ini mencontohkan, pembangunan pasar tradisional, sekolah, rumah sakit, infrastruktur pedesaan, atau infrastruktur yang menunjang produksi lebih dibutuhkan oleh masyarakat. Jika utang negara hanya digunakan untuk membiayai infrastruktur jalan raya, Fadli melihat, justru industri otomotif asing lah yang diuntungkan.

“Kalau sekarang kan infrasftruktur lebih banyak bentuknya jalan. Itu kan menunjang industri otomotif asing. Jadi, membangun jalan tol kan berarti kita memberikan subsidi kepada industri otomotif Jepang, industri otomotif Amerika, Eropa, atau Cina. Saya nggak tahu cara berpikir ekonominya seperti apa dari pemerintah ini,” kata Fadli.

 

Wakil Ketua Umum Gerindra ini menjelaskan, utang adalah masalah yang riil. Jika pemerintah tidak diingatkan, tidak mustahil seluruh rakyat Indonesia akan terjebak menanggung beban ini. “Utang ini riil. Yang memang harus kita bayar dan membayarnya juga dari APBN. Dan sekarang untuk mencicil bunganya saja susah. Jangankan pokoknya, nyicil bunganya saja susah,” kata Fadli. Dilansir republika.co.id

Redaktur: Samuri Smart

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Asal Sulawesi Tenggara, hobi mencatat segala inspirasi

Lihat Juga

Menanggapi Terbitnya Perppu Ormas, Fadli Zon dan Totok Yulianto Menyebut Sebagai Kediktatoran Gaya Baru

Organization