Home / Berita / Internasional / Asia / Israel Serang Al-Aqsha, Hamas Ajak Warga Bersatu

Israel Serang Al-Aqsha, Hamas Ajak Warga Bersatu

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Juru bicara Hamas, Husam Badran
Juru bicara Hamas, Husam Badran

dakwatuna.comGerakan Perlawanan Islam Hamas mengajak seluruh warga di Tepi Barat untuk ikut serta menjaga Al-Aqsha dari usaha Zionis merebut dan menguasainya. Zionis Israel berusaha mengambil alih kekuasaan di Masjid Al-Aqsha untuk mengubah bentuk dan karakteristiknya sehingga dapat membuat bangunan baru di sana.

Hamas dalam rilis resmi hari Selasa (25/07/2017) menjelaskan lewat juru bicaranya, Husam Badran, bahwa mereka akan menindaklanjuti secara tegas seluruh kejadian yang terjadi di Kota Tua Al-Quds yaitu usaha untuk mengambil alih seluruh bangunan Al-Aqsha dan mengganti dengan bangunan baru mereka (Zionis).

Badran menerangkan lebih rinci bahwa buldoser mereka telah menghancurkan sebagian pohon dan batu-batu pondasi bangunan yang menyangga Masjid Al-Aqsha di bagian Lion’s Gate (salah satu pintu masjid bagian selatan). Dia menambahkan bahwa usaha Zionis untuk mengambil alih Al-Aqsha memanfaatkan keberadaan warga Palestina yang sedang dalam keadaan lemah. Walaupun dalam keadaan seperti itu, warga sekitar Al-Quds selalu menjaga gerbang-gerbang Al-Aqsha siang dan malam.

Juru bicara Hamas, Husam Badran mengatakan, “Penduduk Palestina hari ini adalah yang paling agung pengorbanannya, mereka menjaga Al-Aqsha tapi pada hakikatnya mereka menjaga martabat dan kesucian umat Islam di seluruh dunia. Oleh karena itu, kemenangan pasti akan datang dengan cara apapun kepada pemuda (Palestina) kami, bangsa Arab, dan umat Islam seluruhnya. Karena Al-Aqsha adalah milik umat Islam di seluruh dunia, dan membebaskannya dari tangan Zionis adalah wajib!”

Badran mengajak seluruh penduduk dan Hamas di tepi barat untuk tetap berpusat pada pokok permasalahan dan terus menjaga diri dari musuh di seluruh wilayah agar mereka tidak dapat berdiri kokoh di Al-Quds. Badran juga menyeru untuk mengirimkan surat kepada zionis yang berisi tentang seluruh bangunan baru apapun yang akan berdiri di Al-Aqsha adalah terlarang.

Efek dari pengambilalihan Zionis terhadap Al-Aqsha mulai terlihat. Mulai dari dihilangkannya pintu-pintu elektronik pendeteksi logam sampai dipasangnya CCTV di kawasan Al-Aqsha. Badran mengabarkan bahwa semua hal itu adalah usaha zionis Israel untuk mengundang kemarahan dari Yang Maha Kuasa.

Juru bicara Hamas ini juga menegaskan bahwa aksi bela Al-Aqsha (Jumat Ghadab) mereka akan terus berlanjut sampai tersingkirnya seluruh bekas penjajahan kaum Zionis Israel di Masjid Al-Aqsha dan Kota Tua Al-Quds.

Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyah, mengatakan pada Kamis (20/07/2017) bahwa Hamas tidak mengizinkan Israel atau siapa pun untuk melanjutkan rencana pengubahan Masjid Al-Aqsha di Kota Tua Al-Quds. (js/dakwatuna.com)

Sumber: Anadolu Agency dan Aljazeera

Advertisements

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Tentang

Lihat Juga

Dunia Masih Menanti Pengumuman Resmi Trump Terkait Status Al-Quds