Home / Berita / Daerah / Anies Ceritakan Pengalaman Kakeknya Saat Bawa Surat Kedaulatan

Anies Ceritakan Pengalaman Kakeknya Saat Bawa Surat Kedaulatan

dakwatuna.com- JAKARTA..Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan berbagi kisah perjuangan kakenya, AR Baswedan saat beliau membawa surat pengakuan kedaulatan RI dari Mesir ke Jakarta.

Cerita Anies ini melengkapi serangkaian peristiwa sejarah diplomasi pertama RI di Mesir ada tahun 1947 yang ditulis secara apik di oleh Haris Priyatna dalam novel berjudul The Grand Old Man. Seperti diketahui Abdurrahman Baswedan menjadi salah satu anggota delegasi Indonesia ke Mesir yang dipimpin oleh Haji Agus Salim.

Sebelum itu, Anies menyampaikan rasa apresiasinya kepada penulis karena mampu memproses peristiwa sejarah ke dalam bentuk novel. “Saya apresiasi gagasan menuliskan peristiwa sejarah dalam format novel sehingga membuat imajinasi kita berkembang dengan era sekarang,” ucap Anies dalam peluncuran buku The Grand Old Man di Keraton Kafe, Jakarta Selatan, Kamis (1/6).

Mantan Mendikbud itu juga secara privadi mengaku mengagumi sosok Agus Salim sebagai tokoh penting dalam novel itu apalagi beliau adalah pahlawan yang berjuang dengan kata-kata dalam berdiplomasi. “Jangan pernah remehkan kata-kata karena agus salim hebat dalam ide dan kata-kata,” pesannya.

Selanjutnya Anies menceritakan mengenai perjuangan kakeknya dalam membawa surat hasil diplomasi terkait pengakuan kedaulatan Negara Rebuplik Indonesia dari Mesir menuju Yogya. “Kakek saya cuma dipesani kamu tidak sampai tidak apa-apa, yang penting surat ini sampai tangan presiden,” terang Anies.

Saat itu AR Baswedan memang tak memiliki banyak biaya untuk pulang dari Mesir ke Jakarta, bahkan beliau sampai harus terhenti di Singapura. Beruntung, AR Baswedan dibantu untuk para simpatisan kemerdekaan Indonesia sehingga dapat melanjutkan terbang sampai di Jakarta.

Anies menceritakan sisi lain dalam perjalanan kakeknya ini saat sampai di Bandara Kemayoran Jakarta. “Untuk menghindari pemeriksaan bandara, beliau memasukkan surat tersebut ke dalam kaus kakinya sehingga lolos pemeriksaan,” papar inisiator Indonesia Mengajar itu.

Lolosnya surat itu dalam pemeriksaan bandara berlanjut hingga surat pengakuan kedaulatan itu diserahkan kepada Bung Karno di Yogya, serta mengawali pengakuan pertama Indonesia sebagai negara oleh dunia. “Setelah diserahkan ke bung Karno maka lengkaplah pengakuan de jure dan de facto indonesia,” tegasnya.

Sumber: Anies Sandi Media Center

Redaktur: Samuri Smart

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Asal Sulawesi Tenggara, hobi mencatat segala inspirasi

Lihat Juga

Ada Kekhawatiran Rivalitas Pilpres 2019 Pasca Piala Presiden