Home / Berita / Nasional / Pernyataan Sikap Keluarga Alumni KAMMI Menuntut Presiden Jokowi Pecat Kapolri

Pernyataan Sikap Keluarga Alumni KAMMI Menuntut Presiden Jokowi Pecat Kapolri

dakwatuna.com- Jakarta. Berikut pernyataan Sikap Keluarga Alumni KAMMI menuntut presiden Jokowi pecat Kapolri

Negara Indonesia yang dibangun oleh founding father bangsa ini adalah  negara demokrasi, bukan authoritarian. Dalam negara demokrasi, kebebasan berpendapat dan menyampaikan sikap dilindungi oleh undang-undang.

Baru saja, hak berpendapat tersebut dicerabut paksa oleh aparatur negara yang seharusnya menjadi pengayom bangsa.

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia dalam aksinya menyampaikan sikap di depan Istana Negara sejak pukul 14.00 WIB tadi Rabu (24/05). Yang mereka tuntut adalah penegakkan hukum yang berkeadilan.

Mereka menuntut dituntaskannya investigasi terhadap kasus yang mangkrak seperti BLBI, e-KTP, dan kasus hukum lainnya. Suara yang mereka sampaikan adalah suara jutaan rakyat Indonesia.

Apa lacur, yang terjadi, ratusan aktivis KAMMI dibubarkan secara paksa. Tujuh aktivisnya, termasuk Ketua KAMMI ditangkap. Lima mengalami luka-luka. Salah satu yang mengalami kekerasan adalah perempuan! Polisi memukul perempuan!

Kami, Keluarga Alumni KAMMI menilai kepolisian telah bertindak melebihi tugas dan kewenangannya sebagai  pengayom masyarakat (Sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 2 & Pasal 4 UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian).

Dalam kenyataanya saat ini Kepolisian mengutamakam memgayomi rezim dan lingkaran kekuasan daripada melayani dan mengayomi masyarakat, termasuk aktivis KAMMI.

Tindakan represif telah membawa institusi kepolisian pada unprofessional conduct. Kepolisian telah gagal menjaga dan melindungi gerakan politik ekstra parlementer.

Kepolisian dibawah kepemimpinan Saudara Jenderal Polisi Tito Karnavian secara kasat mata bertindak tidak adil dalam menangani demonstran. Beda sekali perlakuan Polti  terhadap pendemo yang memuja Jokowi  dan mendukung Ahok.

Tito Karnavian telah mengembalikan institusi polri kepada zaman era orde baru yaitu menjadi alat kekuasaan untuk memaksakan kehendak dan berupaya mematikan elemen-elemen gerakan kritis terhadap rezim penguasa.

Dengan ini, maka kami menuntut Presiden Jokow memecat Jenderal Polisi Tito Karnavian dari jabatannya atas kepemimpinanya yg tidak pro penegakkan hukum dan kepentingan rakyat, bangsa dan negara.

TTD
Koordinator Presnas Keluarga Alumni KAMMI

Advertisements

Redaktur: Samuri Smart

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Asal Sulawesi Tenggara, hobi mencatat segala inspirasi
  • Joko

    Gak usah banyak cakap “standard ganda”

  • Joko

    Gak usah banyak cakap “standard ganda”

Lihat Juga

Pernyataan Sikap PBNU Terkait TKA, Tragedi Rohingya dan Aleppo