Home / Berita / Daerah / DPW PKS Pilih Netty Heryawan Sebagai Cagub Jabar

DPW PKS Pilih Netty Heryawan Sebagai Cagub Jabar

dakwatuna.com- Bandung. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Barat akhirnya mengusulkan dua nama yaitu Netty Heryawan dan Ahmad Syaikhu sebagai calon gubernur (cagub) pada Pilgub Jabar 2018 mendatang.

Istri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Ketua DPW PKS Jabar itu akan diajukan DPW PKS Jabar kepada DPP PKS, setelah melalui proses internal partai.

“Alhamdulillah ada satu tahap lebih maju. Pengusulan calon kita kerucutkan menjadi dua orang. Ibu Netty Heryawan dengan Pak Ahmad Syaikhu,” kata Sekum DPW PKS Jabar Abdul Hadi, saat dihubungi, Minggu (14/5/2017). Dilansir detik.com

Sekretaris DPW PKS Jawa Barat Abdul Hadi mengatakan dalam proses penentuan, PKS menerima masukan dan pertimbangan dari berbagai pihak terkait kandidat yang telah difokuskan. Termasuk potensi kerawanan korupsi dari istri kepala daerah jika melanjutkan jabatan suaminya seperti kasus-kasus pernah terjadi.

“Jadi ini kan sebuah proses syuro dan tengah berlangsung. Ketika kami mengerucutkan dua nama pada Ibu Netty dan Pak Ahmad Syaikhu kita juga ingin mendengar tanggapan dari berbagai pihak termasuk kader sendiri. Termasuk opini pertimbangan  potensi korupsi istri mantan kepala daerah karena melihat beberapa kasus hukum yang pernah terjadi.  Kita rekap kita sampaikan sebagai bahan pertimbangan,” kata Abdul Hadi Selasa (16/5).

Menurutnya pertimbangan tersebut juga sempat dilontarkan beberapa kader. Mengingat kasus yang pernah menimpa mantan Wali Kota Cimahi Atty Suharti dan mantan Bupati Klaten Sri Hartini yang keduanya melanjutkan jabatan suaminya dan terpaksa mendekam di balik jeruji besi karena kasus korupsi.

Ia menyebutkan masukan tersebut juga menjadi pertimbangan pada proses penetapan. Sebab meski diusulkan nama Netty Prasetyani juga belum final akan diusung sebagai calon orang nomor satu di Jawa Barat.

“Kita perhatikan masukan baik yang positif dan negatif. Itu opini dan sangat wajar dikhawatirkan potensi itu. Jadi bukan juga kita kekeuh mengajukan satu nama dan harus itu. Tetap keputusannya di pusat,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengaku potensi tersebut tidak bisa disamaratakan ke semua orang. Netty juga dinilainya sangat kecil potensi menyalahgunakan kewenangannya jika memang terpilih menjadi gubernur. “Jadi memang betul potensi itu ada tapi mggak senantiasa seperti itu. Sekenal kami dengan Bu Netty juga sosok yang sangat tegas, sangat menjaga terkait keuangan. Jadi sebetulnya potensi itu relatif kecil tapi ini urusannya bukan fakta tapi memang opini yang masuk dan itu juga jadi bahan pertimbangan,” tuturnya.

Disinggung waktu penetapan, Abdul mengaku belum ada kepastian karena masih dalam pembahasan. Namun, pihaknya akan segera mengumumkan jika DPP telah menetapkan kandidat yang akan diusung bersaing dengan calon lainnya. Dilansir republika.co.id

Advertisements

Redaktur: Samuri Smart

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 1,00 out of 10)
Loading...

Tentang

Asal Sulawesi Tenggara, hobi mencatat segala inspirasi