Home / Berita / Internasional / Afrika / Amnesti Presiden Bebaskan 1118 Tahanan Pidana di Mesir

Amnesti Presiden Bebaskan 1118 Tahanan Pidana di Mesir

dakwatuna.com – Kairo. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Mesir memutuskan pembebasan terhadap 1118 tahanan pidana melalui amnesti presiden, Selasa (25/04/2017). Amnesti ini diberikan dalam rangka peringatan hari pembebasan Sinai oleh pemerintah Mesir.

Dalam keterangan yang diperoleh Anadholu Agency, Kemendagri Mesir menyebutkan, “1051 narapidana dibebaskan berkat amnesti, sedangkan 67 narapidana lainnya bebas bersyarat.”

Presiden Mesir setelah melihat pendapat dari Dewan Menteri, mempunyai hak untuk memberikan amnesti, baik berupa pengampunan maupun pengurangan hukuman.

Dalam hukum pidana Mesir, pembebasan bersyarat mencakup beberapa aspek. Di antaranya, terkait dengan jenis hukuman, atau masa tahanan yang harus dijalani narapidana.

Keputusan amnesti presiden ini tidak mencakup tahanan politik. Sejak kudeta militer terhadap Presiden Terpilih Mesir, Mohammad Mursi pada 3 Juli 2013 lalu, terdapat ribuan tahanan politik di Mesir menurut data aktifis HAM. Jamaah Ikhwanul Muslimin menyebutkan jumlah tahanan politik mencapai 40 ribu orang, sedangkan pemerintah Mesir mengklaim jumlahnya hanya 500 tahanan saja.

Pembebasan Sinai oleh pemerintah Mesir diperingati setiap tanggal 25 April tiap tahunnya. Pada hari itu, tepatnya tahun 1982, pasukan Mesir berhasil membebaskan Sinai secara menyeluruh, setelah melakukan pertempuran sengit dengan pasukan Israel. (whc/aa.com.tr/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Referendum Mesir, Cara As-Sisi Untuk Berkuasa Hingga 2030

Organization