Home / Berita / Internasional / Eropa / Ada Suara Untuk Erdogan Dalam Pemilihan Presiden Prancis

Ada Suara Untuk Erdogan Dalam Pemilihan Presiden Prancis

dakwatuna.com – Paris. Pada hari Ahad (23/04/2017) kemarin, Prancis menggelar pesta demokrasi yaitu pemilihan presiden yang diikuti oleh 11 orang kandidat. Ada satu hal yang tak terduga dalam pemilihan presiden tersebut, yaitu saat warga Prancis memberikan suaranya untuk presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Sebuah gambar kertas suara yang tertulis di dalamnya nama Presiden Erdogan, tersebar luas. Hal ini cukup membuat panitia pemillihan merasa terkejut.

Warga keturunan Turki yang telah memiliki kewarganegaraan Prancis, juga tampak menyebarkan foto surat suara bertuliskan nama Erdogan di jejaring sosial yang mereka miliki.

Perlu diketahui, Kementerian Dalam Negeri Prancis telah mengumumkan kandidat moderat, Emmanuel Macron, mengungguli kandidat lainnya dengan perolehan suara 23,28%. Sedangkan kandidat berhaluan kanan, Marine Le Pen mendapatkan 21,58% suara.

Kedua kandidat tersebut dijadwalkan akan maju ke putaran kedua dalam pemilihan presiden di negara tersebut. (whc/yenisafak/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Buntut Pembunuhan Khashoggi, Jerman Bekukan Penjualan Senjata ke Arab Saudi