Home / Berita / Silaturahim / Edukasi Halal Industri Taraf Nasional

Edukasi Halal Industri Taraf Nasional

Seminar Halal Industri dengan tema khususnya yaitu “Halal Life Style for Indonesia with Competitive Nature.”

dakwatuna.com – Depok.  Kelompok Studi Ekonomi Islam Islamic Economic Forum (KSEI IsEF) Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI menggelar Seminar Nasional, dalam rangkaian acara Islamic Economic Days untuk yang kedua kalinya. Pada seminar ini dinarasumberi oleh Ilham Akbar Habibie, ketua umum Ikatan saudagar Muslim Indonesia, Nasir Tanjang, sebagai sebagai Direktur DPRDN BAZNAS, Najmul Ahyar, Bupati Lombok Utara dan Oni Syahroni, Anggota DSN MUI serta Dosen SEBI. Serta Keynote Speaker oleh Sudartto, Dirjen Industri Kecil Menengah.

Penyampaian seminar kali ini terfokus pada Halal Industri dengan tema khususnya yaitu “Halal Life Style for Indonesia with Competitive Nature.” Pada Penyampaian Nasir Tanjang berfokus pada strategi lembaga zakat dalam mengembangkan enterpreneur muslim. Adapun strategi tersebut dengan koordinatif, terintegrasi, berbasis desa dan komunitas, terukur, berdampak nasional dan berkelanjutan. Didistribusi pada mustahik di daerah kota maupun pedesaan. Tidak hanya dengan zakat, tetapi dari segi teknologi pun terulas oleh Ilham Akbar Habibie yang tertajuk pada Akselerasi IPTEK dalam mendukung Industri Halal.

“Pada umumnya terdapat 3 hal yang perlu kita ketahui yaitu, teknologi, inovasi dan kewirausahaan. Perlunya pengembangan strategi pasar dibantu dengan teknologi agar meningkatkan daya saing. Dari teknologi tersebut timbullah inovasi-inovasi pengembangan kreatifitas serta menjadikannya sebagai ladang usaha.” Ucap Ilham, merupakan putra ketiga Presiden Republik Indonesia ke 4,  BJ. Habibie.

Ditambah oleh Najmul Ahyar yang berfokus pada “Implementasi pariwisata halal untuk percepatan laju ekonomi Daerah,” dimana pariwisata halal harus diterapkan, karna dapat mengantisipasi dampak negative pariwisata konvensional, dan juga menyesuaikan dengan budaya serta keyakinan mayoritas masyarakat Indonesia. Dalam perencanaan nantinya, Industri Halal seperti makanan, fashion dan lingkungan yang berlabelkan ‘Halal” akan melekat pada paradigm masyarakat bahwa hal itu bersih dan sehat.

Oni syahroni, juga membahas peran DSN MUI dalam pengembangan Indusri Halal. Adapun peran DSN MUI, yaitu; menyusun produk yang sesuai dengan tuntutan syariah dalam konteks fikih moderat ijtihad kolektif, Diadopsi oleh regulator, mengikat Industri dan dikawal pelaksanannya. “DSN hanya mengeluarkan fatwa jika ada regulatornya,” ucap Oni Syahroni.

Dipenghujung acara dimeriahkan dengan pembagian piala oleh para pemenang lomba yang telah dilaksanakan pada 10 Maret 2017.

Inilah daftar pemenang lomba, terdiri dari;

D’ Battle Of Islamic Economic (Debat), yang dimenangkan oleh; IPB, Universitas Gunadarma, STEI Hamfara,

Adapun Best speaker diraih oleh Apip Nurdin dari IPB.

Innovative Challenge (Essay); Muhammad Mufli dari Universitas Brawijaya, Ana Fitrotunnisa dari Universitas IPB, Airlangga Surya Kusuma dari Universitas UGM.

Muslim preneur Competition (Business Plan); BARNZ TEAM dari STEI SEBI, TEA VERA TEAM dari Universitas Darussalam Gontor

M GROUP TEAM dari STEI TAZKIA

Young Creative Muslim (Poster); Ibnu Syahmiru dari STEI SEBI, Zulfa Amani dari Maestro School of Technology.

(SaBah/dakwatuna)

Advertisements

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri

Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

STEI SEBI Kenalkan Ekonomi Islam di Setiap Lingkaran Mentoring