Topic
Home / Berita / Opini / Kesantunan Anies Tak Lantas Mudah Kalahkan Ahok

Kesantunan Anies Tak Lantas Mudah Kalahkan Ahok

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama. (dakwatuna.com/hdn)

dakwatuna.com – Duel perebutan kursi Gubernur memasuki fase tenang. Sejak kedatangan Raja Salman dari Arab Saudi menghebohkan jagat berita di semua media, isu pilkada tidak lagi serenyah sebelumnya. Selain itu, masa tenang kampanye juga menjadi penyebab sepinya berita pilkada Jakarta.

Masih lekat di ingatan kita, betapa panas debat politik yang beberapa kali disiarkan di televisi. Jawaban-jawaban penuh emosi yang dilontarkan para calon Gubernur dengan kekhasan gaya bicara masing-masing calon membuat semangat para pendukung di masing-masing kubu. Masing-masing calon memperlihatkan gaya yang berbeda, Agus dengan gaya maskulinnya, dan Ahok dengan ketegasannya, serta Anies dengan kesantunannya. Sayang, penampakan gaya Agus tak bertahan lama, ia harus tersisih dan perolehan suara mendesak diadakannya pemilu putaran kedua. Kali ini Ahok dan Anies maju dengan gaya masing-masing, yang tentunya begitu berbeda. Latar belakang sebagai akademisi membuat sosok Anies tampak santun dengan cara bicara yang teratur. Orang yang mendengarkan pembicaraan Anies tentu akan mudah menangkap maksud dan tujuan pembicaraan. Visi dan Misi yang diusung tergambar jelas dan mantap, karena pembawaan yang santun tersebut.

Di luar ruangan, Ahok tampak lebih sering ceplas-ceplos dan spontan. Pengalamannya memimpin Jakarta menimbulkan rasa percaya diri yang kuat, sehingga Ahok tampak begitu tegas dalam menguraikan setiap visi dan misinya sebagai calon gubernur Jakarta. Pengalamannya  ini menjadi salah satu senjata bagi Ahok dan timnya. Hampir tidak ada berita miring yang membersamai perjalanannya sebagai Gubernur Jakarta. Hanya isu-isu kecil, yang kemudian langsung bisa dimaklumi, karena merupakan bagian dari sifat tegas yang dimilikinya. Isu penistaan agama pun, hanya menjadi sambal tomat yang hanya pedas sesaat. Masyarakat tampaknya sudah tidak begitu risau dan mempermasalahkan kasus tersebut.  Masyarakat telah kembali menunjukkan jati dirinya sebagai masyarakat Indonesia yang ramah dan pemaaf.

Hampir tidak ada celah bagi Anies untuk disudutkan. Masyarakat tidak akan banyak mempermasalahkan masa lalunya saat ia menjabat sebagai Menteri. Karena masyarakat tahu, tidak mudah mengemban jabatan sebagai menteri. Hal-hal negatif juga tidak selalu disebabkan oleh kepemimpinan sang menteri. Masyarakat Indonesia kembali menunjukkan jati dirinya, sebagai masyarakat yang ramah dan pemaaf.

Walau tidak ada celah di sosok Anies, namun, Ahok bukanlah lawan tanding yang mudah terkalahkan. Pengalamannya menjadi Gubernur DKI, membuat pandangannya tampak mantap karena mengetahui setiap detail permasalahan Ibu Kota. Kata-katanya mampu membius jutaan warga yang teryakinkan dengan segala hal yang pernah ia lakukan dan harapan amanahnya akan dapat dilanjutkan. Dengan diboyong partai-partai besar tentu memudahkan Ahok dan timnya membangun opini di masyarakat. Sedangkan Anies, Gerindra dan PKS bukanlah partai besar, upaya membangun opini yang dilakukan Anies dan timnya belum jelas terlihat. Masyarakat Jakarta belum bisa mengalihkan pandangannya dari sosok gubernur lama. Kesantunan Anies belum begitu memikat masyarakat Jakarta. Banyak pihak masih mempertanyakan di mana letakan sisi ketegasan dari sosok Anies.

Sekali lagi, Ahok bukanlah sosok yang mudah dikalahkan. Pidatonya di Kepulauan Seribu yang menciptakan jutaan masa aksi turun ke jalan, pun tidak mematahkan langkahnya untuk mencalonkan diri menjadi Gubernur Jakarta. Keriuhan tersebut hanya memunculkan gelombang isu-isu perpecahan karena gencarnya para peselancar dunia maya mencaci dan menyerang satu sama lain. Selebihnya, masyarakat tampak lebih apatis karena media pro dan kontra hanya menambah kebingungan dan menambah beban hidup, sedang permasalahan perut sebagian masyarakat belum terselesaikan. Penetapan tersangka yang menggiring Ahok menjalani persidangan pun tak kunjung usai. Sidang yang dilakukan berkali-kali tak memperlihatkan akhir dan kesimpulan.  Ahok bukan sosok yang mudah terkalahkan, walau menjadi tersangka namun, statusnya sebagai gubernur masih aktif dan menjadi harapan menteri dalam negeri untuk menyelesaikan semua tugas kenegaraannya dengan baik.

Anies sosok yang santun, jujur, dan berwibawa, sifat ini juga diakui para pendukung Ahok, menjadi harapan banyak masyarakat. Kondisi politik yang begitu sengit harus bisa mendorong ia menjadi politikus yang sesungguhnya. Rimba perpolitikan Jakarta yang ganas membutuhkan sikap tegas, agar masyarakat dapat mantap dengan pilihannya.

Harapan, tertumpu pada hati nurani rakyat. Rakyat harus jujur terhadap apa kata hatinya, dan memilih pemimpin yang sesuai. Bukan karena uang lantas masyarakat mau menggadaikan masa depannya dengan cita-cita palsu. Semoga gubernur terpilih mampu mewujudkan cita-cita rakyat kecil. (dakwatuna.com/hdn)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Dosen muda yang ingin terus berkarya.

Lihat Juga

Taushiyah Dewan Pimpinan MUI Menyambut Idul Fitri 1439 H

Figure
Organization