Home / Berita / Internasional / Amerika / Kebijakan Imigrasi Trump Hambat Peluang AS Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2026

Kebijakan Imigrasi Trump Hambat Peluang AS Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2026

Presiden FIFA, Gianni Infantino. (aa.com.tr/ar)

dakwatuna.com – Zurich. Presiden Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA), Gianni Infantino, mengungkapkan, kebijakan imigrasi Presiden AS, Donald Trump, akan memperkecil peluang negaranya untuk menjadi tuan rumah dalam pagelaran Piala Dunia 2026 mendatang.

“Dalam sebuah pertandingan skala internasional, setiap tim yang lolos ke putaran final harus diberi kesempatan untuk datang ke negara yang menjadi tuan rumah, beserta para suporter dan pejabatnya. Jika tidak, maka tidak akan pernah ada Piala Dunia,” tambah Infantino dalam pernyataan persnya pada Kamis (09/03/2017).

Infantino juga menjelaskan, “Trump merupakan Presiden Amerika Serikat. Tentu saja aku menaruh hormat yang besar atas setiap yang ia lakukan. Dia, beserta pemerintahannya, bertanggung jawab untuk mengambil kebijakan yang terbaik bagi negaranya. Itulah sebab ia dapat terpilih.”

“Saat ini kita sedang dalam tahap penentuan persyaratan untuk para kandidat tuan rumah Piala Dunia. Ini akan menjadi sangat jelas, bahwa setiap negara kandidat harus mengambil kebijakan berdasarkan pada tuntutan sebagai tuan rumah,” imbuh Infantino.

Federasi Sepak Bola Dunia, FIFA, telah mengumumkan bahwa setelah masa konsultasi yang dimulai pada Mei 2017, negara-negara kandidat harus menyerahkan berkas mereka sampai Desember 2018. Sedangkan pemilihan final akan dilakukan pada Mei 2020.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, Presiden Trump telah menandatangani kebijakan imigrasi AS  yang baru pada Senin (06/0) lalu. Salah satu poin kebijakan tersebut adalah larangan masuk selama 90 hari kepada warga dari enam negara, seperti Sudan, Suriah, Iran, Libya, Yaman, dan Somalia. (whc/aa.com/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Mesir Gagal di Piala Dunia Lalu, Mengapa Ikhwanul Muslimin yang Disalahkan?

Organization