Home / Berita / Internasional / Demonstrasi Warnai Peringatan Hari Perempuan Internasional di AS

Demonstrasi Warnai Peringatan Hari Perempuan Internasional di AS

Para wanita Amerika melakukan protes terhadap kebijakan pemerintah, dalam rangka Hari Perempuan Internasional. (aa.com.tr/ar)

dakwatuna.com – Amerika Serikat. Peringatan Hari Perempuan Internasional diwarnai dengan demonstrasi yang digelar oleh para wanita di seluruh Amerika Serikat, Rabu (08/03/2017). Para demonstran tersebut tidak masuk kerja, dan melakukan protes terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump dengan melakukan kampanye “Sehari Tanpa Wanita” atau “A Day Without Woman”.

Tampak ratusan wanita turun ke jalanan Washington dan daerah lain di Amerika Serikat, sebagai jawaban atas seruan kelompok yang mendukung hak-hak perempuan di Amerika.

Para demonstran tampak memprotes berbagai hukum dan perundangan yang dihasilkan oleh pemerintah dan gedung konggres yang saat ini tengah berkuasa. Di antara isu yang disoroti berkaitan dengan hak untuk aborsi, perbedaan gaji antara laki-laki dan wanita meski pada pekerjaan yang sama, pelecehan seksual, nasib perempuan minoritas, sesama jenis, dan transgender.

Danny Murphy (28 tahun, bekerja sebagai tenaga kesehatan) dari kota Boston, negara bagian Massachusetts, dalam wawancara dengan Anadolu Agency mengatakan, “Aku ingin menunjukkan solidaritasku terhadap hak-hak kaum perempuan pada umumnya. Demonstrasi dan protes kali ini adalah wujud penentangan kami terhadap kebijakan Gedung Putih (mengacu pada penghentian pendanaan terhadap organisasi internasional yang fokus pada aborsi).”

Sedangkan peserta lainnya, Pam Samuel, mengatakan kepada Anadolu Agency, “Aku melihat kita telah kembali kepada masa kegelapan. Saat ini aku telah memasuki usia 60-an. Tapi saat ini kita masih berkutat pada permasalahan-permasalahan yang pernah menjadi tuntutan orang banyak saat usiaku masih 20-an, seperti saat kita berusaha untuk memperoleh kesetaraan hak dengan kaum pria dan masalah aborsi. Tapi, melihat yang kita hadapi saat ini adalah Trump, aku pikir ini mengerikan.”

Sebelumnya, penyelenggara demonstrasi yang menamakan diri “Women’s March”, melalui situs webnya menyeru para wanita AS pada hari tersebut untuk tidak memasuki kerja dan melakukan transaksi di pusat perbelanjaan, terkecuali anak-anak kecil.

Selain itu, penyelenggara juga menyeru kepada para wanita yang akan mengikuti demonstrasi untuk mengenakan pakaian berwarna merah. Hal ini dimaksudkan sebagai dukungan terhadap gerakan yang disebut “Cinta, Pengorbanan, dan Revolusi”. (whc/aa.com/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Walikota di Belanda Bubarkan Demonstrasi Anti-Islam

Organization